Perkembangan Biotipe Hama Wereng Coklat pada Tanaman Padi

Loading...
Thumbnail Image
Date
2012-10-19
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Wereng coklat sudah menyerang tanaman padi di Darmaga, Bogor, pada tahun 1939, kemudian di Yogyakarta dan Mojokerto tahun 1940. Dalam upaya peningkatan produksi padi nasional, pemerintah pada tahun 1967 mengintroduksi varietas unggul IR5 dan IR8 yang tidak mempunyai gen ketahanan terhadap wereng coklat. Pada tahun 1971, timbul ledakan wereng coklat biotipe 1. Pada tahun 1975 diintroduksi varietas IR26 (gen tahan Bph1) dari IRRI, namun pada tahun 1976 terjadi ledakan yang hebat di beberapa sentra produksi padi karena terjadi perubahan populasi wereng coklat dari biotipe 1 ke biotipe 2. Pada tahun 1980, untuk menghadapi wereng biotipe 2 diintroduksi varietas IR42 (gen tahan bph2) dari IRRI, namun pada tahun 1981 terjadi ledakan yang hebat di Simalungun, Sumatera Utara, dan beberapa daerah lainnya karena adanya perubahan populasi wereng coklat dari biotipe 2 ke biotipe 3. Untuk menghadapi wereng coklat biotipe 3 telah diintroduksikan varietas padi IR56 (gen tahan Bph3) pada 1983 dan IR64 (gen tahan Bph1 + ) pada tahun 1986, dan pada tahun 1991 diintroduksi varietas IR74 (gen tahan Bph3). Pada tahun 2006, gen ketahanan IR64 patah karena populasi wereng coklat berubah ke biotipe 4. Kestabilan wereng coklat biotipe nol bertahan selama 41 tahun sebelum menjadi wereng coklat biotipe 1. Perubahan wereng coklat biotipe 1 ke biotipe 2 hanya dalam waktu 4 tahun, dan perubahan wereng coklat biotipe 2 ke biotipe 3 dalam kurun waktu 5 tahun. Sampai tahun 2005 (24 tahun) wereng coklat masih didominasi oleh biotipe 3, dan pada tahun 2006 mulai berkembang wereng coklat biotipe 4. Keberadaan wereng coklat biotipe 3 yang cukup lama disebabkan oleh berkembangnya varietas IR64 (Bph1 + ) dalam kurun waktu yang lama. IR64 merupakan varietas tahan lestari (durable resistance) yang mampu menahan perubahan wereng coklat ke biotipe yang lebih tinggi, selain tidak berkembangnya vartietas IR74 (Bph3) yang akan menyulut BAEHAKI:PERKEMBANGAN BIOTIPE HAMAWERENG COKLAT 9 terbentuknya biotipe baru. Untuk menghambat perubahan biotipe wereng coklat diperlukan pengendalikan dengan pergiliran varietas yang berbeda ketahanannya untuk menunda seleksi terarah, pertanaman mosaik varietas, dan menghindari menanam varietas dengan genotipe yang lebih tinggi dari biotipe yang ada di lapangan
Description
Pada tahun ke-7 penerbitan Buletin Iptek Tanaman Pangan, redaksi berusaha untuk lebih mengutamakan artikel tinjauan (review) atau artikel hasil penelitian dengan substansi yang mampu menjawab isu terkini pertanian tanaman pangan. Sejak semula Buletin Iptek Tanaman Pangan diterbitkan mewadahi rangkuman hasil penelitian tanaman pangan, pemikiran dan pembahasan masalah aktual yang mengemuka, atau hasil penelitian yang telah lengkap dan memiliki aplikasi praktis
Keywords
Citation
Collections