1. Disseminasi Inovasi IPAT-BO Sebagai Teknologi Hemat Air Dan Input Berbasis Bioamelioran Untuk Pemulihan Kesuburan Lahan Dan Peningkatan Efisiensi Pemupukan Dan Produktivitas Padi Dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan

dc.contributor.authorSimarmata, Tualar
dc.contributor.authorSetiawati, Mieke R.
dc.contributor.authorHerdiyantoro, Diyan
dc.contributor.authorFitriatin, Betty N.
dc.contributor.authorTurmuktini, Tien
dc.contributor.authorResmini, Ania Citra
dc.contributor.authorSudjana, Brilian
dc.contributor.otherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)en_US
dc.date.accessioned2021-08-13T02:23:21Z
dc.date.available2021-08-13T02:23:21Z
dc.date.issued2018
dc.description13 hlm.; 2 tabelen_US
dc.description.abstractUpaya mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan merupakan perjalanan panjang yang berliku dan terjal. Pemenuhan kebutuhan beras pada tahun 2016 masih sangat mengkhawatirkan dan bergantung impor sekitar 1,2 juta ton. Fokus masalahnya, adalah kenaikan kebutuhan pangan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, konversi lahan ke non pertanian dan degradasi kesuburan lahan. Diperkirakan sekitar 70 % dari lahan sawah sudah terdegradasi sedang hingga berat (C-org <1,5-2%) dan dikategorikan sebagai lahan sakit dan kelelahan. Intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO) dikembangkan sejak tahun 2006/2007 dengan fokus utama; (1) memulihkan kesehatan lahan sawah berbasis input lokal dan bioamelioran, (2) meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk, (3) meningkatkan produktivitas kualitas gabah. Capaian lapangan, “Demo plot” dan Disseminiasi dan Pendayagunaan IPTEK (2008–2017) pada berbagai lokasi di Indonesia, menunjukkan bahwa: (a) Teknologi hemat air IPAT-BO mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekitar 35%, (b) Teknik Tanam Kembar IPAT-BO mampu meningkatkan hasil sekitar 20-30% dan 10-25 % dibandingkan dengan sistem tegel dan sistem legowo, (c) Aplikasi 2-5 ton kompos jerami, 0,5-1 ton biochar dan pupuk hayati mengurangi penggunaan pupuk anorganik 25-50% dan meningkatkan kandungan C-organik, Si dan K dengan signifikan, dan (d). Adopsi IPAT-BO mampu menghasilkan 8–11 ton padi/ha. Hilirisasi IPATBO tanamen_US
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/13095
dc.language.isoiden_US
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)en_US
dc.subjectLUMBUNG PANGANen_US
dc.subjectKESEHATAN LAHANen_US
dc.subjectIPAT-BOen_US
dc.subjectBIOAMELIORANen_US
dc.subjectHEMAT INPUTen_US
dc.title1. Disseminasi Inovasi IPAT-BO Sebagai Teknologi Hemat Air Dan Input Berbasis Bioamelioran Untuk Pemulihan Kesuburan Lahan Dan Peningkatan Efisiensi Pemupukan Dan Produktivitas Padi Dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Panganen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1. Disseminasi Inovasi IPAT-BO - Tualar Simarmata, Mieke R.pdf
Size:
320.76 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Prosiding seminar nasional 2017: Dukungan Inovasi Teknologi Padi Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia. Buku 1
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: