Model Kelembagaan Agribisnis Kopi di Sulawesi Barat
| dc.contributor.author | Pagala, Muh. Arman Yamin | |
| dc.contributor.author | Nurdiyah | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-07T08:34:03Z | |
| dc.date.available | 2026-08-07T08:34:03Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-30 | |
| dc.description.abstract | Kopi merupakan salah satu komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian perdesaan di Sulawesi Barat. Namun, pengembangan agribisnis kopi masih menghadapi lemahnya koordinasi antarlembaga, keterbatasan kapasitas pengolahan, dan belum terintegrasinya subsistem agribisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur hubungan kelembagaan dan menyusun model kelembagaan agribisnis kopi di Sulawesi Barat menggunakan Interpretative Structural Modeling (ISM) dan Matrice d'Impacts Croisés Multiplication Appliquée à un Classement (MICMAC). Model yang dihasilkan mengidentifikasi peran strategis dan saling ketergantungan antarlembaga sebagai dasar perumusan kebijakan pengembangan agribisnis kopi. Data dikumpulkan pada Februari–November 2024 melalui observasi, survei, wawancara mendalam, dan focus group discussion terhadap sembilan aktor kelembagaan yang dipilih secara purposif, didukung oleh 96 responden petani kopi. Hasil penelitian mengidentifikasi sembilan aktor kelembagaan dalam sistem agribisnis kopi. Analisis SSIM menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan antarlembaga bersifat timbal balik, sedangkan initial reachability matrix menunjukkan 40,2% hubungan belum konsisten yang mengindikasikan lemahnya integrasi kelembagaan. Analisis MICMAC menunjukkan bahwa dinas pertanian memiliki driving power tertinggi, sedangkan perusahaan eksportir merupakan aktor independen yang berperan sebagai penggerak utama sistem. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan agribisnis kopi memerlukan penguatan koordinasi dan sinergi antarlembaga melalui model kelembagaan yang lebih terintegrasi. Oleh karena itu, kebijakan perlu diarahkan pada penguatan peran pemerintah daerah sebagai koordinator sistem, revitalisasi koperasi, pengembangan industri pengolahan kopi, dan penguatan kemitraan antarlembaga untuk mewujudkan agribisnis kopi yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan. | |
| dc.identifier.issn | 2549-7278 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30880 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian | |
| dc.relation.ispartofseries | Analisis Kebijakan Pertanian; Vol. 24 No. 1 (2026) | |
| dc.subject | E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian | |
| dc.subject | E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E21 Agro-industry/Agro Industri | |
| dc.subject | E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E20 Organization, administration and management of agricultural enterprise or farms// Organisasi, Administrasi dan Pengelolaan Perusahaan Pertanian/Usaha tani | |
| dc.title | Model Kelembagaan Agribisnis Kopi di Sulawesi Barat | |
| dc.type | Article |