Efektivitas Perpaduan Rekayasa Ekologi Dan Penggunaan Light Trap Dalam Pengendalian Hama Tanaman

dc.contributor.authorN. Usyati
dc.contributor.authorKurniawati, Nia
dc.contributor.authorRumasa, Oco
dc.date.accessioned2026-04-28T08:51:19Z
dc.date.available2026-04-28T08:51:19Z
dc.date.issued2018-12-01
dc.description17 p.; tab.
dc.description.abstractAbstrak Upaya peningkatan produksi padi dihadapkan pada kendala dan masalah, antara lain serangan hama. Untuk mengendalikan hama, saat ini petani masih menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida secara berlebihan akan mengakibatkan terjadinya biological explosion dan terganggunya keseimbangan alami dengan berbagai konsekuensi negatif lainnya, bahkan juga mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem. Untuk memperbaiki kondisi ketidakstabilan ekosistem khususnya agroekosistem perlu adanya upaya yang mengarah pada pemulihan (restore) agroekosistem, salah satunya dengan rekayasa ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perpaduan rekayasa ekologi (dengan penanaman bunga wijen dan penggunaan pupuk organik) dan penggunaan light trap dalam pengendalian hama tanaman padi. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi dan lahan petani di Kecamatan PatokBeusi, Kabupaten Subang – Jawa Barat pada bulan Mei tahun 2013. Penelitian ditata dalam bentuk display dalam kawasan 1 ha dengan 6 titik tempat pengamatan. Untuk mempelajari efektivitas perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap dalam pengendalian hama tanaman padi, maka perlakuan tersebut dibandingkan dengan perlakuan petani yang non rekayasa ekologi dalam luasan 1 ha. Variabel yang diamati adalah populasi dan tingkat serangan hama yang ada di pertanaman padi, populasi musuh alami, dan hasil panen. Data populasi dan tingkat serangan hama serta musuh alami yang diperoleh dianalisis dengan T test, sedangkan hasil panen dan biaya usaha tani dianalisis secara ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap efektif menekan serangan hama penggerek batang padi kuning dan hama wereng punggung putih; hasil panen padi lebih tinggi; serta mampu meningkatkan populasi musuh alami Paederus dan Ophionea. Selain itu, perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap memberikan sisa hasil usaha (SHU) lebih tinggi (Rp 923.500) dibandingkan dengan perlakuan non rekayasa ekologi (cara petani). Secara keseluruhan perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap memberikan 2 keuntungan yaitu secara ekologi dan ekonomi. Secara ekologi, perpaduan rekayasa ekologi dan penggunaan light trap mampu memulihkan ketidakstabilan ekosistem; dan secara ekonomi memberikan keuntungan bagi petani yang berdampak pada meningkatnya pendapatan petani. Abstract Efforts to increase rice production are confronted with obstacles and problems, including pests. Farmers have been using insecticides to control pests. Excessive use of insecticides leads to biological explosion and disturbance of natural balance with other negative consequences and even leads to instability of ecosystems. To improve the ecosystem instability, especially agro-ecosystem, there should to be an effort to recover the agro-ecosystem, one of them with ecological engineering. This study aimed to determine the effectiveness of integrated ecological engineering (planting of sesame flowers and using of organic fertilizers) and the use of light trap for rice pest control. The research was conducted in ICRR research station, Sukamandi and farmer fields in Patok Beusi, Subang - West Java in May 2013. The research was arranged in a display 1 ha area with 6 points of observation. The integrated ecological engineering then was compared a 1 ha of non integrated ecological engineering of farmer field. The variables observed were population and level of pest attack on rice crop, natural enemy population, and yield. The data on pest population, the level of its attack and the natural enemies population were analyzed by T test, while the yield and farming cost were analyzed economically. The results showed that integrated ecological engineering and the use of light trap effectively suppressed yellow rice stem borer pest attacks and white-backed potted, and increased the natural enemies population Paederus and Ophionea. In addition, integrated ecological engineering and the use of light trap provided rest of business results higher than that of non-engineered ecological treatment. The difference of the rest of the business results was Rp 923,500 higher on integrated ecological engineering and the use of light trap treatments. Overall integrated ecological engineering and the use of light trap performed two advantages, namely ecologically and economically. Ecologically, integrated ecological engineering and the use of light trap was able to restore ecosystem instability; and economically, provided more benefits for the farmers which then led to an increase of farmer income.
dc.identifier.isbn978-979-540-114-8
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29441
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi
dc.titleEfektivitas Perpaduan Rekayasa Ekologi Dan Penggunaan Light Trap Dalam Pengendalian Hama Tanaman
dc.title.alternativeProsiding Seminar Nasional 2017: Dukungan Inovasi Teknologi Padi Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia. Buku 2
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
9. Efektivitas Perpaduan Rekayasa Ekologi dan Penggunaan Light Trap Dalam Pengendalian Hama Tanaman Padi - N. Usyati, Nia Kurniawati, Oco Rumasa.pdf
Size:
358.34 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: