Aplikasi Biopestisida Ekstrak Kompos Kulit Udang (EKKU) pada Berbagai Dosis Pemupukan terhadap Pertumbuhan dan Serangan Penyakit Cabai 313-320
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Pengkajian dilaksanakan di dua lokasi yakni Desa Senabing dan Desa Perigi Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan sejak
Juli sampai Desember 2013. Pada setiap desa dipilih masing-masing 10 petani sebagai pelaksana kegiatan. Tujuan
pengkajian untuk mengetahui pengaruh pengurangan dosis pupuk anorganik dan penambahan EKKU terhadap
pertumbuhan dan serangan penyakit cabai. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat
perlakuan dan lima ulangan, yang meliputi: (a) Pupuk anorganik dosis lengkap (Urea = 9 g, SP-36 = 9 g, dan KCI = 4,5 g);
(b) Pupuk anorganik ½ dosis (Urea = 4,5 g, SP-36 = 4,5 g, dan KCI = 2,25 g) + EKKU dosis 40 ml/l air; (c) Pupuk anorganik
3/4 dosis (Urea = 6,75 g, SP-36 = 6,75 g, dan KCI = 3,375 g) + EKKU dosis 20 ml/I air; dan (d) Pupuk anorganik 3/4 dosis
(Urea = 6,75 g, SP-36 = 6,75 g, dan KCI = 3,375 g) + EKKU dosis 40 ml/I air. Tanaman cabai ditanam dalam polybag
berukuran lima kilogram yang mengandung media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Pemupukan
dilakukan sebanyak tiga kali yakni saat tanam, umur tiga minggu setelah tanam (mst), dan umur enam mst.
Penyemprotan EKKU dilakukan setiap minggu hingga menjelang panen. Hasil kajian menunjukkan bahwa serangan
penyakit bercak daun (Cercospora sp.) tertinggi terjadi pada perlakuan C yakni 9,6%, sedangkan penyakit virus kuning
tertinggi pada perlakuan A yakni 45,6%. Aplikasi EKKU mampu menekan intensitas serangan penyakit virus kuning.
Kata kunci: biopestisida EKKU, dosis pemupukan, OPT cabai