Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pencurahan Tenaga Kerja dan Pendapatan
Loading...
Date
1986-11-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian Agro Ekonomi
Abstract
Sasaran pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang adalah terbentuknya struktur ekonomi yang seimbang dan terkait antara industri dan pertanian. Sektor industri diharapkan mampu menyerap surplus tenaga kerja sektor pertanian sedangkan sektor pertanian diharapkan mampu menyerap hasil-hasil sektor industri. Dengan demikian diharapkan terciptanya pertumbuhan ekonomi dan penyediaan kesempatan kerja yang tinggi.
Beberapa perubahan penting yang dapat diamati dari hasil strategi pembangunan yang telah diterapkan, antara lain :
1. Laju pertumbuhan PDB Indonesia periode 1971-1983 rata-rata 7,09 persen dimana pertumbuhan PDB sektor pertanian 3,73 persen dan sektor non pertanian 8,95 persen per tahun. Data pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa struktur ekonomi Indonesia makin berat ke sektor non-pertanian. Pada tahun 1983 sektor non-pertanian memberikan kontribusi sebesar 70 persen dalam pembentukan PDB sedangkan tahun 1971 hanya mencapai 56 persen.
2. Persentase jumlah angkatan kerja (AK) yang bekerja di sektor non pertanian terus meningkat, yaitu dari 33,7 persen pada tahun 1971 menjadi 45,2 persen pada tahun 1980. Sektor non pertanian yang menonjol dalam penyerapan tenaga kerja (TK) adalah sektor perdagangan, sektor jasa masyarakat dan sektor industri pengolahan. Ini menunjukkan bahwa sektor sekunder dan sektor tersier dalam perekonomian Indonesia terus berkembang.
3. Laju pertumbuhan penduduk di kota selama tahun 1971-1980 jauh lebih cepat dibanding laju pertumbuhan penduduk di pedesaan, yaitu masing-masing 5,22 persen dan 1,72 persen per tahun. Lebih cepatnya laju pertumbuhan penduduk di kota menyebabkan meningkatnya persentase jumlah penduduk kota pada tahun 1980 dibanding tahun 1971, yaitu masing-masing 22,4 persen dan 17,5 persen (Kasryno, 1983).
Beberapa perubahan tersebut di atas menimbulkan pertanyaan, apakah: (1) sektor pertanian sudah tidak lagi merupakan 'klep pengaman' (*safety valve*) untuk menampung tambahan AK di pedesaan, (2) kemampuan sektor non pertanian makin tinggi dalam menampung AK pedesaan dan (3) kota mempunyai daya tarik yang makin kuat bagi AK pedesaan untuk bekerja?.
Tulisan ini ingin memberikan gambaran tentang: (1) jenis-jenis kegiatan di luar usahatani yang menyerap TK pedesaan, (2) peranan relatif kota bagi masyarakat pedesaan dalam menyerap AK, (3) pencurahan hari kerja dan pendapatan masyarakat pedesaan dari kegiatan di luar-usahatani, dan (4) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencurahan TK dan pendapatan masyarakat pedesaan pada kegiatan diluar usahatani di 18 desa contoh Jawa Timur.
Description
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E12 Labour and employment/ Tenaga Kerja dan Kesempatan Kerja, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan, PATANAS