Kandungan Mineral Padi Varietas Unggul dan Kaitannya dengan Kesehatan
| dc.contributor.author | Siti Dewi Indrasari | |
| dc.date.accessioned | 2025-09-03T02:59:05Z | |
| dc.date.available | 2025-09-03T02:59:05Z | |
| dc.date.issued | 2006 | |
| dc.description | Buletin Iptek Tanaman Pangan dilatari oleh berbagai hal, antara lain (1) perlunya mewadahi hasil analisis/studi objek sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, (2) pentingnya diseminasi inovasi untuk mendukung pembangunan pertanian, dan (3) perlunya meningkatkan intensitas komunikasi antara peneliti dengan para pengguna hasil penelitian. | |
| dc.description.abstract | Mineral mempunyai fungsi penting bagi kesehatan manusia, seperti membentuk jaringan tubuh, menggiatkan, mengatur, dan mengendalikan proses meta- bolisme, serta mengalihkan pesan-pesan syaraf. Mineral dapat dikelompokkan menjadi mineral makro ( Ca, P, Mg, Na, K, Cl, S) serta mineral mikro (Fe, I, Zn, Cu, Mn, Cr, Co, Se, Mo, F). Kebutuhan akan mineral-mineral itu dapat dipenuhi melalui pangan. Di Indonesia, beras menyumbang 63% terhadap total kecukupan energi, 38% protein, dan 21,5% zat besi. Para pemulia tanaman Indonesia telah merakit sejumlah varietas unggul padi yang masing-masing mempunyai keunggulan dalam hal kandungan mineralnya. Varietas Bengawan Solo (Ca tinggi) atau Limboto (P tinggi) baik dikonsumsi untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis). IR42 dan Cimelati cocok dikonsumsi anak-anak penderita autis serta diolah menjadi tepung pengganti tepung terigu. Cimelati (besi tinggi) atau Bengawan Solo (tembaga tinggi) sesuai bagi wanita hamil, pekerja keras, anak- anak di bawah lima tahun, serta anak-anak penderita anemia gizi besi. M ineral sebagai zat gizi belum banyak disadari manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat. Kecukupan akan mineral dalam kom- posisi pangan belum dipahami sebaik kecukupan akan kalori, protein atau vitamin. Bahkan sebagian masyarakat awam ada yang menganggap bahwa mineral telah terdapat dalam protein atau vitamin. Makanan pokok berupa beras untungnya mengandung berbagai mineral yang bermanfaat bagi tubuh sehingga kekurang pahaman masyarakat akan mineral telah terpenuhi sebagian dari konsumsi beras sehari-hari. SemilokaPenyusunan KebijakanPerberasan pada tahun 2000 menyebut- kan beras menyumbang 60-65% dari total konsumsi energi. Di Indonesia beras menyumbang 63% terhadap total kecukupan energi, 38% protein, dan 21,5% zat besi (Indrasari et al. 1997; IPB 2000). Selama ini beras lebih dikenal sebagai bahan pangan sumber energi, bukan sebagai sumber vitaminA, mineral besi, seng, dan asam amino yang penting bagi kesehatan, khususnya anak-anak. Penelitian pemuliaan padi saat ini telah sampai pada pemanfaatan gen-gen yang berkaitan dengan vitamin | |
| dc.identifier.issn | 1907-4263 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/26030 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan | |
| dc.relation.ispartofseries | Volume 1; No 1 | |
| dc.title | Kandungan Mineral Padi Varietas Unggul dan Kaitannya dengan Kesehatan | |
| dc.type | Article |