Peningkatan Nilai Gizi Bahan Pakan Dari Limbah Pertanian Melalui Fermentasi
No Thumbnail Available
Date
2005
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Ternak
Abstract
Pakan merupakan komponen penting di dalam industri peternakan. Bahan-bahan pakan konvensional (jagung, kedelai dan tepung ikan) masih diimpor oleh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri peternakan. Sebagai negara agraris, Indonesia menghasilkan produk pertanian dan perkebunan beserta dengan limbahnya. Limbah pertanian dan perkebunan dapat tersedia sepanjang tahun dan pada umumnya berkualitas rendah dari segi kandungan protein tetapi kandungan serat tinggi. Bila tidak ditangani dengan baik, limbah pertanian dan perkebunan akan menjadi masalah dalam hal lingkungan hidup. Limbah pertanian dan perkebunan seperti dedak, onggok, ampas tahu, kelapa sawit (tandan kosong dan bungkil inti sawit) juga coklat dapat ditingkatkan kualitasnya melalui fermentasi. Fermentasi dengan menggunakan mikroba seperti Aspergillus niger, Rhizopus sp., Trichoderma sp dan lain-lain sudah banyak dieksploitasi. Dengan proses ini, kandungan protein pada limbah pertanian akan meningkat. Penggunaan onggok fermentasi (OF) pada ransum kelinci sudah dicobakan. Pemberian OF 10% dan OF 20% yang mencapai bobot badan berturut-turut 1951 g dan 1900 g pada minggu ke 12, dibanding kontrol, 1468 g. Selain meningkatkan kinerja ternak, pemberian produk fermentasi pada susunan ransum dapat mengurangi penggunaan jagung dan atau kedelai sehingga akan lebih ekonomis.
Description
Keywords
L Animal production/Produksi Hewan::L01 Animal husbandry/Peternakan, Q Food science/Ilmu Pangan::Q51 Feed technology/Teknologi Pakan