Keragaan Pertumbuhan, Hasil Varietas Unggul Baru Padi dan Pendapatan Petani di Lahan Sawah Irigasi Kota Bima, Nusa Tenggara Barat
No Thumbnail Available
Date
2018-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Produktivitas padi sawah di Kota Bima masih rendah karena penggunaan varietas yang sama dalam kurun waktu yang lama. Dengan demikian ada peluang ditingkatkan melalui pemanfaatan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi. BB Padi telah menghasilkan puluhan Varietas Unggul Baru (VUB) yang berdaya hasil tinggi. Oleh karena itu kajian ini bertujuan untuk melakukan uji kesesuaian VUB padi sawah dengan agroekosistem setempat. Pengkajian dilaksanakan di lahan sawah irigasi kelompok tani Lawoto di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima pada MK I bulan Mei-Agustus 2016. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan lima perlakuan VUB yang terdiri atas Inpari 7, Inpari 10, Inpari 22, Inpari 30, dan Inpari 31 dengan tiga ulangan. Budidaya berdasarkan rekomendasi PTT padi. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai dan produktivitas yang dilakukan pada saat panen kemudian dikonversi dalam satuan ha. Data yang dikumpulkan dianalisis secara sidik ragam pada taraf 5% menggunakan program SAS. Pengamatan juga dilakukan pada curahan tenaga kerja, serta biaya sarana produksi . Data analisa usaha, curahan tenaga kerja dan biaya sarana produksi diolah dan dianalisis kelayakan ekonomi dengan parameter R/C, B/C. Adapun hasil yang diperoleh Inpari 31 memberikan keragaan agronomi terbaik dan hasil yang paling tinggi sebesar 9,93 t/ha dibandingkan Inpari 7, 10, 22, dan 30 yang produktivitasnya berkisar pada 6,11-7,38 t/ha. Berbanding lurus dengan pendapatan dan rasio B/C yang diperoleh petani. Oleh karena itu preferensi petani untuk mengadopsi varietas Inpari 31 sangat tinggi diikuti oleh varietas Inpari 22.
Abstract
The productivity of paddy in Bima City is still low due to the use of the similar varieties over long periods. Thus, there is an increased opportunity of using high yield new superior varieties. Indonesian Center for Rice Research (ICRR) has produced many high yield new superior varieties. Therefore, this study aims to examine the suitability of new superior variety of paddy in local agroecosystem. The experiment was carried out in irrigated low land of Lawoto farmer group in South Rabangodu, Raba, Bima City in May until August 2016. The experimental design was Randomized Completely Block Design (RCBD) with five varieties treatments consisting of Inpari 7, Inpari 10, Inpari 22, Inpari 30, and Inpari 31 with three replications. The cultivation based on the rice good agricultural practices recommendation. Parameters observed were plant height, number of productive tillers, panicle length, number of fully filled grain per panicle, number of empty grains per panicle and productivity at the harvest time which was converted in Ha. The data were analyzed at the 5% level variance using the SAS program. Labor and cost of production facilities were also counted. Data of economic analysis, labor and production cost are processed and analyzed of economic feasibility with R/C, B/C parameters. Result show that Inpari 31 provide best agronomic performance and highest yield of 9.93 t/ha compared to Inpari 7, 10, 22, and 30 with productivity ranged from 6.11 to 7.38 t/ha. It is directly proportional to the profit and the B / C ratio that farmers gained. Therefore, farmers’ preferences for adopting inpari 31 varieties very high followed by Inpari 22 variety.
Description
10 p.; tab.