Epidemiologi dan Strategi Pengendalian Penyakit Tungro

dc.contributor.authorR. Heru Praptana
dc.contributor.authorM. Yasin
dc.date.accessioned2025-09-10T03:39:38Z
dc.date.available2025-09-10T03:39:38Z
dc.date.issued2008-12-16
dc.descriptionManajemen teknologi tanaman pangan pada awal abad XXI mulai menekankan pentingnya aspek efisiensi, lingkungan, dan keberlanjutan. Strategi tersebut diimplementasikan melalaui pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (PTT), yang secara luas dimulai pada musim tanam 2008. Untuk memberikan pemahaman yang kom- prehensif tentang PTT, pada buletin Iptek Tanaman Pangan No. 2 Tahun 2008 ini dibahas beberapa pengalaman dalam penerapan PTT padi sawah. Gas rumah kaca (GRK) dari ekosistem lahan sawah yang diketahui dapat merusak kelestarian lingkungan dibahas pula dalam salah satu tulisan.
dc.description.abstractTungro merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang menjadi permasalahan dalam usaha peningkatan produksi padi nasional. Penyakit yang disebabkan oleh dua jenis virus (RTSV dan RTBV) yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix virescens telah menyebar dan menyebabkan kehilangan hasil di beberapa sentra produksi padi. Tiga penyebab utama terjadinya penularan tungro adalah ketersediaan sumber inokulum virus, adanya serangga penular, dan tanaman peka. Epidemi penyakit tungro dipengaruhi oleh tanaman, virus tungro, wereng hijau sebagai vektor, kondisi lingkungan dan praktik budi daya. Penerapan pengendalian terpadu tungro yang bertujuan untuk menghindarkan pertanaman dari infeksi virus yang meliputi beberapa komponen yaitu waktu tanam tepat, penggunaan varietas tahan, pergiliran varietas, kultur teknis (pemilihan waktu tanam, pemilihan varietas, eradikasi sumber inokulum pada tahap pratanam, pengelolaan persemaian, cara dan pengaturan jarak tanam, penggunaan pupuk N tidak berlebihan, pengaturan ketersediaan air, eradikasi sumber inokulum pada saat pascapanen dan pergiliran varietas), penggunaan pestisida sesuai dengan kondisi tertentu dan pegelolaan penyakit tungro melalui pendekatan bioteknologi telah berhasil mengurangi intensitas penyakit tungro.
dc.identifier.issn1907-4263
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/26116
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
dc.relation.ispartofseriesVolume 3; No 2
dc.titleEpidemiologi dan Strategi Pengendalian Penyakit Tungro
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
IPTEK-Vol-3-No-2-06-Haru Praptana.pdf
Size:
114.98 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections