PENGENCERAN SEMEN PADA TERNAK BABI DI P4S DAUN MUDA KELURAHAN OESAO KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

No Thumbnail Available
Date
2025-10-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Chilling semen adalah pengawetan sperma dengan cara diencerkan dan diikuti dengan pendinginan sampai suhu 5°C sehingga pembuatannya lebih cepat dari pembekuan sperma yang didinginkan sampai -196°C Pengenceran dilakukan untuk menjamin kebutuhan fisik dan kimiawi, dan penyimpanan pada suhu 5°C dapat mempertahankan kehidupan sperma dalam waktu tertentu untuk kemudian dipakai sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil praktik yang di lakukan di End Farm Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengenai teknik pengenceran semen pada ternak babi dinilai baik karena dilihat dari metode-metode yang digunakan.
Description
Pengenceran atau chilling semen adalah pengawetan sperma dengan cara diencerkan dan diikuti dengan pendinginan sampai suhu 5 o C (Situmorang dkk, 2000) sehingga pembuatannya lebih cepat dari pembekuan sperma yang didinginkan sampai 196 o C. Pengenceran dilakukan untuk menjamin kebutuhan fisik dan kimiawi, dan penyimpanan pada suhu 5 o C dapat mempertahankan kehidupan sperma dalam wa ktu tertentu untuk kemudian dipakai sesuai dengan kebutuhan. (Toelihere, 1985) Chilling semen dibuat untuk mempermudah pelaksanaan inseminsi buatan di lapangan,sehingga lebih praktis dan lebih ekonomis bila dibandingkan dengan menggunakan semen beku yang selalu tergantung pada ketersediaan nitrogen cair dan container N2 yang cukup mahal. Pemeliharaan semen ini cukup hanya disimpan dalam suhu 5 o C dan bisa bertahan sampai 1 minggu (Situmorang dkk, 2000). Pengenceran semen babi sangat penting karena karakter istik fisiologis semen babi berbeda dengan ternak lainnya. Soeparno dkk. (2010) menyatakan bahwa sperma babi memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap perubahan lingkungan, seperti suhu dan osmotik. Oleh karena itu, pengencer yang tepat diperlukan u ntuk menjaga kestabilan sel sperma selama penyimpanan, terutama pada suhu rendah.
Keywords
Citation
Collections