Analisa Kesuburan Media Tanam Komposit

dc.contributor.authorAbdul Wahid
dc.date.accessioned2026-07-19T04:30:52Z
dc.date.available2026-07-19T04:30:52Z
dc.date.issued2022
dc.descriptionLaporan Penelitian ini memuat kajian ilmiah mengenai "Analisa Kesuburan Media Tanam Komposit" yang dilaksanakan oleh Abdul Wahid, SST., M.Pd di SMK-PP Negeri Banjarbaru. Penelitian kaji widya ini berlangsung selama tiga bulan (Maret s.d. Mei 2022) sebagai bagian dari pemenuhan kegiatan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) Pendidik di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kajian ini berfokus pada analisis laboratorium untuk mengevaluasi status kesuburan media campuran non-tanah (substrat) komposit berbasis bahan organik lokal, yaitu arang sekam bakar, pupuk kandang kambing, dan cocopeat. Formulasi media komposit diuji melalui empat variasi perbandingan volume, yakni $M_0$ (sekam bakar murni/kontrol), $M_1$ (2:1:1), $M_2$ (1:2:1), dan $M_3$ (1:1:2). Pengujian sampel tanah dilakukan secara terstandar di Laboratorium Kimia Tanah Balittra (Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa) Kalimantan Selatan dengan parameter indikator utama meliputi pH, C-Organik (%), N Total (%), dan rasio C/N. Hasil uji laboratorium dianalisis secara deskriptif komparatif terhadap standar baku Balai Penelitian Tanah (BPT) 2009. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa seluruh formulasi media komposit organik memiliki status kesuburan makro yang sangat tinggi. Formulasi terbaik dicapai oleh perlakuan $M_2$ (perbandingan 1:2:1) dengan karakteristik pH netral (6,62), kadar C-Organik sangat tinggi (24,86%), kandungan hara N Total tertinggi (1,43%), serta rasio C/N paling rendah dan ideal (17,38) yang sangat mendukung aktivitas mikroba pengurai. Laporan ini sangat direkomendasikan sebagai acuan praktis penyusunan media tanam produktif untuk budidaya komoditas hortikultura bernilai tinggi, baik dengan sistem konvensional maupun sistem fertigasi di dalam green house.
dc.description.abstractKesuburan media tanam merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman secara maksimal, baik pada fase vegetatif maupun generatif di dalam green house maupun lahan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesuburan tanah pada media tanam komposit berdasarkan indikator kimia tanah yang meliputi karbon organik (C-Organik), rasio C/N, nitrogen total (N Total), dan derajat keasaman (pH) guna memperoleh formulasi komposisi media dengan tingkat kesuburan yang ideal. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung sejak Maret sampai dengan Mei 2022 bertempat di green house SMK-PP Negeri Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah survei lapangan yang dikombinasikan dengan uji tanah di Laboratorium Tanah Balittra Kalimantan Selatan. Komposisi media tanam komposit dirancang menggunakan empat variasi perbandingan volume bahan baku organik yang terdiri dari arang sekam bakar, pupuk kandang kambing, dan cocopeat, dengan rincian perlakuan: $M_0$ sebagai sekam bakar murni (kontrol); $M_1$ dengan perbandingan 2:1:1; $M_2$ dengan perbandingan 1:2:1; serta $M_3$ dengan perbandingan 1:1:2. Data analisis laboratorium selanjutnya dievaluasi secara deskriptif dengan membandingkannya terhadap standar kriteria pustaka petunjuk teknis kimia tanah Balai Penelitian Tanah (BPT) 2009. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa media komposit yang dihasilkan secara umum berstatus subur, dicirikan oleh akumulasi nilai kadar C-Organik antara 24,54%–28,26% (kriteria sangat tinggi), kandungan N Total antara 0,74%–1,43% (kriteria sangat tinggi), nilai C/N rasio antara 17,38–33,16 (kriteria tinggi hingga sangat tinggi), dan tingkat kemasaman pH tanah berkisar antara 5,97–6,62 (kriteria agak masam hingga netral). Media komposit dengan karakteristik kesuburan terbaik ditemukan pada perlakuan $M_2$ (sekam bakar, pupuk kandang, cocopeat dengan perbandingan 1:2:1) yang dicirikan oleh kadar C-Organik sebesar 24,86% (sangat tinggi), kandungan N Total tertinggi sebesar 1,43% (sangat tinggi), nilai C/N rasio paling rendah dan ideal sebesar 17,38, serta tingkat pH yang netral yaitu 6,62. Tingginya kadar N Total pada perlakuan $M_2$ berkorelasi langsung dengan dominasi proporsi pupuk kandang kambing di dalam campuran. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa modifikasi media komposit organik sangat efektif dalam meningkatkan hara makro tanah. Sebagai rekomendasi tindak lanjut, komposit dengan nilai C/N rasio tinggi sebaiknya melalui proses fermentasi terlebih dahulu, khususnya pada bahan kotoran kambing, untuk mempercepat proses dekomposisi dan mineralisasi hara di lapangan. Kata Kunci: Media Komposit, Sekam Bakar, Cocopeat, Pupuk Kandang Kambing, Kesuburan Tanah.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30336
dc.language.isoid
dc.publisherSMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru
dc.subjectA Agriculture/Pertanian
dc.subjectA Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian
dc.titleAnalisa Kesuburan Media Tanam Komposit
dc.typeLearning Object
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Abdul Wahid uji widya analisis kesuburan media tanam komposit.pdf
Size:
1.35 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections