Aspek Mekanisasi Pengolahan Tanah di Sulawesi Selatan

dc.contributor.authorMaamun, Jusuf
dc.date.accessioned2026-08-20T07:16:29Z
dc.date.available2026-08-20T07:16:29Z
dc.date.issued1984-01-01
dc.description.abstractPenggunaan alat mekanisasi pengolahan tanah di Sulawesi Selatan telah berkembang dari 25 unit pada tahun 1974 menjadi 1658 unit pada tahun 1981 dan 51% di antaranya terdapat di Kabupaten Pinrang dan Sidrap. Produksi yang dicapai petani pemakai traktor lebih tinggi daripada produksi yang dicapai petani nonmekanis. Namun hal ini tidak dapat dipisahkan dari pengaruh penggunaan pupuk yang lebih tinggi pada petani mekanis. Peningkatan intensitas tanam lebih terkait dengan keadaan pengairan. Meningkatnya pendapatan keluarga petani disebabkan oleh sumber pendapatan yang berasal dari luar usahatani yang mencapai 47% dari seluruh pendapatannya. Persentase ini lebih tinggi lagi pada daerah tadah hujan mekanis. Tenaga dalam keluarga (DK) ternyata mendominasi pemakaian tenaga kerja yang mencapai 81% pada petani mekanis dan 78% pada petani nonmekanis. Pada petani nonmekanis di daerah irigasi, penggunaan tenaga DK lebih banyak daripada di daerah tadah hujan. Sebagian besar dari tenaga luar keluarga (LK) digunakan untuk panen.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31143
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian Agro-Ekonomi
dc.subjectF Plant production/Produksi Tanaman::F07 Soil cultivation/Pengolahan Tanah
dc.titleAspek Mekanisasi Pengolahan Tanah di Sulawesi Selatan
dc.typeOther
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Aspek Mekanisasi Pengolahan Tanah di Sulawesi Selatan.pdf
Size:
4.85 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: