ANALISIS PERILAKU PETERNAK PASCA PENYEBARAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS
No Thumbnail Available
Date
2026-04-22
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Polbangtan Gowa
Abstract
Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dikenal juga sebagai Foot and Mouth
Disease (FMD) adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus tipe A
dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan salah satu penyakit hewan menular
yang memiliki dampak signifikan terhadap sektor peternakan, khususnya pada
peternak rakyat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku peternak pasca
penyebaran PMK di Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear
berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 20. Metode yang digunakan
dalam kajian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada
34 responden peternak sapi di Desa Moncongloe Lappara. Selain itu kajian ini
juga dilengkapi dengan kegiatan penyuluhan yang diberikan kepada kelompok tani
setempat sebagai bentuk edukasi dan peningkatan pemahaman mengenai
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Materi yang disampaikan mengenai bagaimana
penyebaran PMK, pencegahan, pengendalian, dan pengobatan PMK, serta faktor
faktor apa yang mempengaruhi perubahan perilaku peternak pasca penyebaran
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test
untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan
bahwa ketiga variabel bebas yakni tingkat pendidikan (X1), usia (X2), dan
pendapatan (X3) berpengaruh terhadap variabel Y (perilaku peternak). Oleh
karena itu, dibutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, terutama
dalam bentuk edukasi, akses informasi, serta bantuan teknis dan non-teknis guna
mendorong pengembangan usaha peternakan.
Description
ANALISIS PERILAKU PETERNAK PASCA PENYEBARAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS