Keragaan Padi Varietas Inpari 43 Agritan GSR (Green Super Rice) pada sistem budidaya padi organik di Kalimantan Barat
No Thumbnail Available
Date
2018-12-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Beras merupakan makanan popok yang kebutuhannya terus meningkat. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi beras yang aman bagi kesehatan, maka permintaan beras organik semakin meninkat. Masalah utama dalam budidaya padi organik adalah masih sendahnya produktivitas yaitu sekitar 2,0 - 2,5 ton / ha, hal ini karena varietas yang dikembangkan petani saat ini rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan mengintroduksi varietas unggul baru (VUB) dengan produktivitas tinggi dan tahan hama dan penyakit. Badan Litbang Pertanian telah melepas VUB padi rendah input dan cocok untuk dikembangkan pada budidaya padi organik yaitu Inpari 43Agritan GSR dengan potensi hasil 9,02 ton/ha. Tujuan penelitian adalah mengetahui keragaan VUB padi Inpari 43 Agritan GSR pada sistem budidaya organik di Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan dengan metode percobaan lapang. Perlakuan berupa varietas padi Inpari 43 Agritan GSR dan Inapri 24 sebagai pembanding. Penelitian dilaksanakan pada areal 1 ha yang terdiri dari 0,5 ha menggunakan vareiats padi Inpari 43 Agritan GSR dan 0,5 ha menggunakan varites padi inpari 24. Variabel yang diamati adalah : tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah anakan produktif, panjang malai, % gabah isi, bobot 1000 butir, dan produktivitas GKP. Analisis data menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata dari varietas yang di uji untuk variabel pengamatan tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1.000 butir, dan produktivitas. Hasil uji-t menunjukkan varietas padi Inpari 43 Agritan GSR dengan produktivitas 6,24 t/ha baik untuk dikembangkan dengan sistem budidaya padi organik di Kalimantan Barat.
Abstract
Performance of Inpari 43 Agritan GSR Rice Variety on Organic Cultivation System In West Kalimantan”. Rice is a staple food which needs continues efforts to increase the yield. With the increasing public awareness of the importance of consuming rice that is safe for health, the demand for organic rice is increasing. The main problem in organic paddy cultivation is still the low productivity (2,0- 2,5 t/ ha), this is because the varieties developed by farmers are now susceptible to pests and diseases. Efforts that can be made to overcome this problem are by introducing new superior varieties with high productivity and pest and disease resistant. Indonesian Agency for Agricultural Research and Development has released low-input rice and suitable for development on organic paddy cultivation of Inpari 43 Agritan GSR with potential yield of 9.02 t / ha. The purpose of this research is to know the Inpari 43 Agritan GSR in organic cultivation system in West Kalimantan. The research was conducted by field experiment method. Treatment consisted ofvarieties Inpari 43 Agritan GSR and Inapri 24 as comparison. The experiment was conducted on 1 ha area consisting of 0.5 ha using Inpari 43 Agritan GSR and 0.5 ha using inpari 24. The variables observed were plant height, flowering age, number of productive tillers, panicle length, content, 1000 grain weight, and productivity. Data analysis using statistical analysis with t-test. The results showed that there were significant differences from the varieties tested for the observed variables of plant height, the length of panicle, the number of grains per panicle, the weight of 1,000 grains, and productivity. The result of t-test shows that paddy varieties inpari 43 Agritan GSR with productivity 6,24 t / ha are good to be developed with organic paddy cultivation system in West Kalimantan.
Description
9 p.; tab.