Pertanian Organik Labalawa, Sebuah Kearifan Lokal Berusia Ratusan Tahun di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara 67:76
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Indonesia sebagai negara agraris dan multi etnis memiliki banyak tradisi dalam bercocok tanam. Meskipun saat ini
modernitas telah menjamur, namun masih ada beberapa daerah yang menjunjung tinggi kearifan lokal dalam
bercocok tanam. Masyarakat Labalawa di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara misalnya. Labalawa merupakan
salah satu perkampungan tua di Kota Baubau yang usianya ratusan tahun. Keberadaanya tidak dapat dipisahkan dari
Kerajaan Tobe-Tobe yang merupakan kerajaan tua sebelum terbentuk Kerajaan Buton di Sulawesi Tenggara.
Mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani organik dengan menerapkan cara bercocok tanam yang
usianya diperkirakan mencapai ratusan tahun. Uniknya meskipun tinggal di dataran tinggi dan jauh dari laut, tetapi
petani setempat berprofesi ganda sebagai nelayan tradisional. Kebudayaan intangible ini sangat rentan hilang
walaupun saat ini kondisinya terpelihara baik. Untuk itu perlu dilakukan pendataan mengenai kearifan lokal tersebut
terlebih masyarakat setempat tidak mengenal tradisi tulisan dalam menjaga kebudayaan pertanian mereka, disamping
terjadinya fenomena penurunan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Tujuan penelitian ini yaitu (1)
menginventarisasi prinsip-prinsip budidaya pertanian organik yang berakar pada kearifan lokal yang diterapkan di
Labalawa; (2) merumuskan nilai penting tradisi pertanian organik Labalawa; dan (3) memberikan rekomendasi
pelestarian sistem pertanian organik Labalawa. Penelitian dilaksanakan sepanjang Maret 2014 dengan menggunakan
metode kualitatif dengan cara penelusuran sejarah, wawancara, dan observasi lapang. Data yang diperoleh kemudian
diolah secara deskriptif dan dilakukan penilaian nilai penting. Hasil yang diperoleh masyarakat membudidayakan
komoditas dengan tata cara yang diwariskan turun-temurun. Terdapat pembagian tata ruang yang mengatur letak
lokasi pertanian. Ritual adat dilakukan sejak sebelum penanaman hingga panen. Komoditas yang banyak
dibudidayakan yaitu tanaman jagung, umbi-umbian, dan sayuran. Tradisi bercocok tanam organik Labalawa memiliki
nilai penting yaitu nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Upaya pengembangkan agrowisata untuk
melestarikan kebudayan pertanian organik Labalawa, memiliki potensi yang besar sebab terdapat beberapa situs
bersejarah yang dapat dijadikan pendukung sebagai daya tarik tersendiri.
Kata kunci: nilai penting, budaya, sejarah, ilmu pengetahuan, agrowisata