UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL NILAM DI LAHAN KERING DATARAN RENDAH KABUPATEN PIDIE, NAD
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Bencana gempa bumi dan gelombang Tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh
Darussalam dan Sumatera Utara telah memporakporandakan tatanan sosial, perekonomian, sumberdaya lahan dan sumberdaya manusia dari pola tatanan kehidupan dan dinatranya sistem
usaha tani dan tata niaga nilam yang menjadi salah satu andalan dan pendapatan masyarakat petani NAD. Untuk mengembangkan kemb ili sistem usaha tani dan tata niaga niiam telah dikaji kesesuaian tiga varietas unggul nilam baru yang berproduksi dan bermutu tinggi pada daerah bekas sentra produksi nilam di dua kecamatan Kabupaten Pidie, Provinsi Nanggroe Aceh Darussaları mulai Januari sampai dengan Desember 2006. Dari masing-masing Kecamatan, penelitian dan pengkajian nilam tersebut dilaksanakan di 2 lahan petani kooperator yang merupakan lahan kering dataran rendah iklim basah. Pada saat penelitian dan pengkajian di Kecamatan Titeu Keumala terjadi kekeringan dan kematian pada ke 3 varietas unggul yang diuji, schingga harus dilakukan penyulaman terhadap ketiga varietas tersebut yang waktunya lebih lambat 2 bulan dibanding penanaman varietas lokal. Akibatnya pada saat panen, produksi biomas varictas lokal lebih tinggi dibandingkan varietas unggul. Di Kecamatan Geumpang, pertumbuhan
tanaman cukup baik. Bcbot segar terna tertinggi dijumpai pada varietas Sidikalang keınudian diikuti oleh varietas lokal, Lhokseumawe, dan Tapak Tuan. Namun demikian rendemen dan kandungan Patchouli Alkohol dari ketiga varietas unggul terlihat lebih tinggi dibandingkan
varietas lokal, sehingga produksi minyak dari ke tiga varietas unggul tampak lebih baik dibandingkan lokal. Pada lahan milik kooperrator IV di Geumpang ternyata merupakan lahan gambut yang mempunyai pH sangat rendah (3,52-4,03), sehingga pada saat panen sebagian
tanaman mengalami khlorosis akibat tidak tersedianya hara bagi tanaman. Oleh karenanya petani dianjurkan untuk segera melakukan aplikasi pengapuran. Dengan adanya rencana pengembangan nilam i Kab Pidie TA 2007 seluas 10 ha ini, ke 4 petani kooperator tersebut telah siap menjadi petani penangkar benih nilam dengan bimbingan BPTP Nanggroe Aceh Darussalam.