Kondisi dan Peluang Peningkatan Produksi Jagung di Sumatra Barat
No Thumbnail Available
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Permintaan terhadap jagung terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga
impor jagung tidak dapat dihindari meskipun pada periode tertentu terjadi
kelebihan produksi. Teknologi produksi jagung relatif sudah berkembang di
kalangan petani, namun rata-rata hasil yang dicapai petani masih rendah
sehingga perlu dikaji faktor penyebabnya. Studi kasus di beberapa sentra
produksi di Sumatra Barat menunjukkan bahwa petani tanggap terhadap harga
jagung. Petani tertarik untuk memperbaiki sistem produksi apabila hargajagung
stabil dan menguntungkan mereka. Penggunaan pupuk urea, TSP, dan KCI
beragam antar-petani dan antar-lokasi dengan koefisien keragaman yang cикир
tinggi. Hal ini merupakan salah satu penyebab beragamnya hasil jagung. Bila
petani di sentra produksi menerapkan teknologi pemupukan sesuai anjuran,
produksi diperkirakan akan meningkat sebesar 40%. Penelitian pengembangan
(on-farm research) di Kabupaten Tanah Datar menunjukkan bahwa hasil jagung
yang diperoleh petani nonkoperator hanya 2,75 1, sedangkan yang diperoleh
petani koperator mencapai 4,54 t/ha. Agar teknologi produksi dapat diadopsi
oleh petani secara utuh dan cepat, maka tataniagajagung perlu diperbaiki agar
tercipta sistem yang menguntungkan petani sebagai produsen di satu pihak dan
pelaku ekonomi lainnya di pihak lain. Strategi pengembangan jagung berdasarkan konsep agribisnis tampaknya perlu segera diterapkan.