Teknologi Vermikomposting Limbah Organik Kota
| dc.contributor.author | Sastro, Yudi | |
| dc.date.accessioned | 2024-09-23T01:56:46Z | |
| dc.date.available | 2024-09-23T01:56:46Z | |
| dc.date.issued | 2018-12-01 | |
| dc.description | Limbah kota adalah jenis limbah yang didominasi oleh limbah yang berasal rumah tangga, pasar, dan perkantoran. Limbah tersebut terdiri atas limbah organik yang dapat terurai seperti sisa makanan, sampah sayuran dan buah, limbah dapur, dan lain-lain. Saat ini, produksi limbah organik di DKI Jakarta per hari mencapai 4.500 ton. Sebagian dari limbah tersebut terangkut ke lokasi pembuangan sampah akhir, sedangkan sisanya tertinggal di pemukiman, bantaran kali, dan pasar-pasar. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan hara limbah organik kota bahkan dapat mencapai 100 kilogram per ton berat kering limbah. Oleh sebab itu, limbah tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Pupuk organik dari limbah kota telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sebanding bahkan lebih baik dari pupuk organik jenis lainnya. Pupuk organik dari limbah kota biasanya berupa kompos. Teknologi produksi kompos umumnya dilakukan secara konvensional secara aerobik atau anaerobik. Teknologi pengomposan secara aerobik meliputi open windrow, enclosed aerated windrow, aerated static pile, enclosed aerated pile, dan lain-lain. Sementara itu, teknologi 2 Teknologi Vermikomposting Limbah Organik Kota pengomposan | |
| dc.description.abstract | Limbah kota adalah jenis limbah yang didominasi oleh limbah yang berasal rumah tangga, pasar, dan perkantoran. Limbah tersebut terdiri atas limbah organik yang dapat terurai seperti sisa makanan, sampah sayuran dan buah, limbah dapur, dan lain-lain. Saat ini, produksi limbah organik di DKI Jakarta per hari mencapai 4.500 ton. Sebagian dari limbah tersebut terangkut ke lokasi pembuangan sampah akhir, sedangkan sisanya tertinggal di pemukiman, bantaran kali, dan pasar-pasar. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan hara limbah organik kota bahkan dapat mencapai 100 kilogram per ton berat kering limbah. Oleh sebab itu, limbah tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Pupuk organik dari limbah kota telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sebanding bahkan lebih baik dari pupuk organik jenis lainnya. Pupuk organik dari limbah kota biasanya berupa kompos. Teknologi produksi kompos umumnya dilakukan secara konvensional secara aerobik atau anaerobik. Teknologi pengomposan secara aerobik meliputi open windrow, enclosed aerated windrow, aerated static pile, enclosed aerated pile, dan lain-lain. Sementara itu, teknologi 2 Teknologi Vermikomposting Limbah Organik Kota pengomposan | |
| dc.identifier.isbn | 978-979-3628-32-5 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/23557 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Pengkajian teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta | |
| dc.relation.ispartofseries | Seri pertanian perkotaan | |
| dc.title | Teknologi Vermikomposting Limbah Organik Kota | |
| dc.type | Book |