Pengaruh Pemberian Kolistin Sulfat terhadap Penambahan Berat Badan Broiler

Abstract
Kolistin termasuk dalam golongan obat polimiksin (polymyxin), tepatnya dikenal sebagai polimiksin E. Golongan ini bekerja dengan cara merusak membran sel bakteri, terutama bakteri Gram-negatif. Kolistin biasanya digunakan sebagai antibiotik lini terakhir (last-resort) untuk infeksi bakteri yang sudah resisten terhadap banyak antibiotik lain, karena penggunaannya memiliki risiko efek samping, terutama pada ginjal (nefrotoksisitas) dan saraf (neurotoksisitas). Penggunaan antimikrob, khususnya antibiotic sebagai pemacu berat badan telah banyak dilarang diberbagai negara. Hal ini berkenaan dengan meningkatnya kasus resistansi pada bakteri. Tulisan ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kolistin sulfat dengan dosis pemacu pertumbuhan terhadap broiler. Hewan coba pada percobaan ini menggunakan 54 ekor broiler strain Cobb umur satu hari yang dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing 18 ekor dan dipelihara selama 40 hari. Kelompok pertama adalah kelompok control dan tidak diberikan kolistin sulfat dalam pakan ataupun minum. Kelompok kedua diberikan kolistin sulfat dengan dosis tertentu. Hasil pengamatan menunjukkan setelah 40 hari pemberian kolistin sulfat tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan pada penambahan bobot badan ayam pada kandang yang memiliki biosekuriti baik. Tulisan ini semakin menguatkan keputusan pemerintah dalam hal pelarangan penggunaan kolistin sulfat sebagai pemacu pertumbuhan.
Description
Keywords
ANTIBIOTICS, WEIGHT GAIN, ANIMAL GROWTH PROMOTERS, BROILER CHICKENS, ANTIMICROBIALS
Citation