Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol. 2 No 1
| dc.contributor.author | Puslitbang Perkebunan | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-06T02:57:17Z | |
| dc.date.available | 2026-03-06T02:57:17Z | |
| dc.date.issued | 1995 | |
| dc.description.abstract | Pengolahan biji jarak yang dilakukan petani sampai saat ini masih menganut sistem tradisional, sehingga kualitas produk yang dihasilkan belum memenuhi standar anjuran. Pengolahan secara tradisional, menghasilkan persentase biji pecah dan biji tidak sempurna sangat tinggi, masing-masing sebesar 16 dan 56%. Untuk mengatasi masalah ini Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat telah merekayasa alat pengupas buah jarak yang dapat digerakkan dengan pedal. Dari uji coba diketahui kapasitas alat pengupas 160 kg/jam biji jarak. Persentase biji pecah 0.8% dan biji tidak terkupas sempurna 9.4%. | |
| dc.identifier.issn | 0853-8204 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/28686 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri | |
| dc.title | Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol. 2 No 1 | |
| dc.type | Article |