PENGUJIAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS SISTEM FERTIGASI IRIGASI TETES PADA TANAMAN MELON DI GREEN HOUSE BBP MEKTAN

dc.contributor.authorFirman Zuhdi, Muhammad
dc.contributor.otherPoliteknik Enjiniring Pertanian Indonesiaen_US
dc.date.accessioned2022-11-21T08:27:46Z
dc.date.available2022-11-21T08:27:46Z
dc.date.issued2022-09-01
dc.description.abstractMeningkatnya kelangkaan sumberdaya air bagi negara berkembang diprediksi akan menyebabkan turunnya pertumbuhan produksi pangan. Irigasi tetes menjadi salah satu solusi yang bisa mengatasi persediaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tau metode penyiraman mana yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketersediaan air pada irigasi tetes dan bagaiamana pengaruh media tanam yang digunakan terhadap kemampuan menyimpan air irigasi. Media tanam yang digunakan yaitu cocopeat memiliki pengaruh besar terhadap proses pertumbuhan tanaman. Pada hasil pengamatan media tanam cocopeat didapatkan hasil berat isi sebesar 0.115 dan 0.118 gram/cm³, berat jenis sebesar 0.72 dan 0.86 gram/cm³, dan memiliki porositas yang tinggi yaitu sekitar 84% dan 86%. Kadar air yang tersedia pada cocopeat memiliki perbandingan pada berat basah 6 kali dari berat kering dengan persentase kadar air yaitu 505% dan 534%. Coefficient of Uniformity (CU) digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari irigasi tetes. Pengukuran nilai CU terhadap emitter di green house BBP Mektan memiliki nilai terendah sebesar 64% dan nilai tertinggi sebesar 94%. Sedangkan untuk emitter yang digunakan sebagai sampel penelitian memiliki nilai 96%. Metode penyiraman FAO, polibag, dan kocor dipilih untuk melihat seberapa besar pengaruh pemberian air dari ketiga metode tersebut terhadap pertumbuhan tanaman melon (Cucumis Melo L). Pada metode FAO proses Evapotranspirasi tanaman (ETC) dihitung berdasarkan luas area jarak tanam 50 x 50 cm yaitu 0.25 m², pada polibag dihitung pada luas area lingkar perakaran 0.0706 m² (diameter 30 cm), dan kocor dihitung berdasarkan luas area lingkar perakaran 0.0176 m² (diameter 15 cm). Nilai (Evapotranspirasi potensial) ETo didalam green house adalah 75% dari kondisi iklim mikro yang berada diluar green house. Dengan nilai ETC yang berbeda dari metode FAO, polibag, dan kocor berurutan mimiliki persentase keberhasilan pertumbuhan sebesar 100%, 80%, dan 65%.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/18133
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Studi Tata Air Pertanian,Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesiaen_US
dc.subjectEfisiensi, Evapotranspirasi, Porositas, Irigasi Tetesen_US
dc.titlePENGUJIAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS SISTEM FERTIGASI IRIGASI TETES PADA TANAMAN MELON DI GREEN HOUSE BBP MEKTANen_US
dc.typeWorking Paperen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Laporan_TA_Muhammad Firman Zuhdi_07.15.19.013_TAP.pdf
Size:
18.2 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections