Performans Ayam yang Diberi Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas) Hasil Olahan Secara Fisik dan Kimiawi
No Thumbnail Available
Date
2009
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Ternak
Abstract
Bungkil biji jarak yang merupakan limbah biofuel mempunyai kandungan proteinnya tinggi. Pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan dibatasi adanya kandungan senyawa antinutrisi dan racun. Penelitian telah dilakukan di Balitnak, Ciawi-Bogor untuk mengetahui efek bungkil biji jarak terhadap performans ayam broiler. Bungkil biji jarak diberi perlakuan secara fisik dan kimiawi maupun gabungannya untuk mengurangi kandungan senyawa anti nutrisi dan toksin. Kemudian, pemberian bungkil biji jarak (BBJ) tersebut sebanyak 4% di dalam campuran pakan dievaluasi terhadap performans ayam. Penelitian dibuat dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan pakan yaitu: 1) Kontrol (pakan tanpa BBJ), 2) pakan yang mengandung BBJ tanpa perlakuan (OO), 3) pakan yang mengandung BBJ dengan perlakuan fisik (OTO), 4) pakan yang mengandung BBJ dengan perlakuan kimiawi (EHM), dan 5) pakan yang mengandung BBJ dengan perlakuan gabungan kimiawi-fisik (EHMO). Setiap perlakuan terdiri dari 7 ulangan, masing-masing 5 ekor ayam untuk tiap ulangan. Ransum diberikan pada ayam umur 7 hari selama 14 hari. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot hidup, nilai konversi ransum dan mortalitas. Hasil menunjukkan bahwa bungkil biji jarak pagar tanpa perlakuan (OO) mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat, konsumsi pakan terendah dan kematian. Performans ayam broiler yang mengkonsumsi pakan EHMO lebih baik dari perlakuan fisik (OTO) atau kimia (EHM) (751,1; 731,2; 498,8 g untuk bobot hidup dari masing-masing perlakuan EHMO, EHM, OTO tetapi masih dibawah kontrol 856,3 g (kontrol/tanpa BBJ). Rasio konversi pakan dari perlakuan EHM dan EHMO tidak berbeda nyata dengan kontrol (1,868, 1, 813 vs 1,707) tetapi nyata lebih rendah dari perlakuan OO (2,532) dan OTO (2,249). Mortalitas ayam menjadi 0 pada perlakuan EHMO dibanding dengan perlakuan OO yang mencapai 34,29%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa teknologi pengolahan secara fisik-kimiawi (EHMO) pada bungkil biji jarak merupakan perlakuan yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lain terhadap performans dan tidak menyebabkan kematian ayam.
Description
Keywords
Q Food science/Ilmu Pangan::Q54 Feed composition/Komposisi Pakan, L Animal production/Produksi Hewan::L01 Animal husbandry/Peternakan