Dampak Sekolah Lapang Produksi Benih Terhadap Peningkatan Pengetahuan Peserta Pelatihan di Lokasi Model Desa Mandiri Benih
Loading...
Date
2015-11-10
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Ketersediaan benih padi bemutu dengan harga terjangkau masih mengalami beberapa kendala. Terbatasnya produksi benih dan tersebar luasnya pertanaman padi di Provinsi Banten mengakibatkan akses petani terhadap benih masih rendah dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan merintis Model Desa Mandiri Benih. Selanjutnya, untuk menunjang suksesnya pelaksanaan Model Desa Mandiri Benih perlu diikuti dengan pelatihan bagi para calon penangkar benih dalam bentuk SL-Benih. Sekolah Lapang Benih bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon penangkar benih. Kajian SL-Benih dilakukan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lebak (Kecamatan Cikulur dan Leuwidamar) dan Kabupaten Tangerang (Kecamatan Jayanti). Adapun pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan peserta dapat dianalisis melalui uji komparasi t hitung (pre-test versus post-test). Berdasarkan hasil pengujian, untuk semua lokasi menghasilkan nilai uji t hitung yang lebih besar dari t tabel 5% dan 1%. Nilai yang dihasilkan setelah pelatihan (post-test) lebih besar dan berbeda nyata dengan hasil pre-test. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan peserta SL-Benih.
Description
Ketersediaan benih padi di Indonesia baru mencapai 30% atau hanya 60.000 ton dari 200.000 ton total kebutuhan benih padi (Ilyas et al. 2008). Sementara itu, tingkat pengunaan benih bermutu di tingkat petani untuk komoditas padi baru mencapai 30% (Ditjentan 2006), sedangkan penggunaan untuk katagori benih berlabel jauh di bawah benih bermutu, yaitu sebesar 22,02% (Ditjentan 2005). Salah satu penyebab masih rendahnya tingkat penggunaan benih bermutu dan berlabel karena terbatasnya daya beli petani (Kariyasa 2007).
Akses petani terhadap benih padi bermutu di Provinsi Banten masih rendah. Tahun 2013 tercatat luas tanaman padi mencapai 412.805 ha dengan kebutuhan benih sebesar 10.320 ton, namun penyediaan benih padi bermutu bagi petani hanya 4.265 ton (41,33%) (Distannak Provinsi Banten 2014) sehingga sebagian besar petani masih menggunakan benih yang diproduksi oleh sendiri.
Akses yang rendah terhadap benih juga disebabkan oleh kendala perbenihan. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam perbenihan antara lain 1) kebijakan pemerintah melalui peraturan perundang-undangan yang belum mendorong pada makin kondusifnya industri perbenihan; 2) rendahnya kesadaran dan daya beli petani dalam penggunaan benih unggul bermutu; 3) belum berfungsinya institusi penyedia benih (BBI) akibat keterbatasan tenaga profesional, fasilitas (sarana)
penunjang, dan sumber dana pendukung kegiatan perbenihan; dan 4) kurang terjaminnya pemasaran benih (Kariyasa 2007).
Keywords
C Education, extension, and advisory work/Pendidikan, Penyuluhan Pertanian, F Plant production/Produksi Tanaman::F03 Seed production/Produksi dan Perlakuan terhadap Biji dan Benih, A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian