BERKEBUN LADA KONSERVASI : Warta balittro No 50 tahun 2005
| dc.contributor.author | Warman, Nanang | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-31T02:57:41Z | |
| dc.date.available | 2026-03-31T02:57:41Z | |
| dc.date.issued | 2005-06-01 | |
| dc.description.abstract | Kerusakan lahan atau degradasi lahan banyak terjadi pada lahan kering, terutama di bagian yang ditanami tanaman pangan dan perkebunan rakyat. Degradasi lahan terjadi karena lahan sering terbuka oleh pekerjaan pengolahan tanah dan penyiangan bersih (Clean weeding), sehingga mudah tererosi. Sampai saat ini usaha untuk memulihkan produktifitas lahan yang telah terdegradast belum banyak dilakukan, padahal luas arealnya terus meningkat. Sementara ini petani di Lampung umumnya berkebun lada dengan jarak tanam menurut barisan tegak lurus (siku-siku) tanpa memperhatikan kemiringan lahan yang bervariasi. Hal ini cukup sulit dalam mengendalikan dan mencegah erosi dan penularan penyakit yang terbawa aliran air. | |
| dc.identifier.issn | 0854-5324 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29084 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat | |
| dc.relation.ispartofseries | No. 50 | |
| dc.title | BERKEBUN LADA KONSERVASI : Warta balittro No 50 tahun 2005 | |
| dc.title.alternative | Warta balittro No 50 tahun 2005 | |
| dc.type | Article |