PROCCESING F WINE FROM NUTMEG PERICARP
| dc.date.accessioned | 2026-09-14T01:37:56Z | |
| dc.date.available | 2026-09-14T01:37:56Z | |
| dc.date.issued | 1993-09 | |
| dc.description.abstract | Rancangan Percobaan: Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor: jenis bahan olah (daging buah segar vs non-segar/disimpan 7 hari) dan lama fermentasi (10, 15, dan 20 hari)[cite: 1].Pengaruh Fermentasi terhadap Alkohol: Lama fermentasi berpengaruh nyata secara statistik terhadap kadar alkohol yang dihasilkan, sedangkan terhadap keasaman dan kadar gula tidak berpengaruh nyata[cite: 1].Kadar Alkohol Tertinggi: Kadar alkohol tertinggi sebesar 2,86% diperoleh pada fermentasi daging buah pala segar selama 20 hari[cite: 1]. Untuk bahan non-segar pada 20 hari, kadar alkohol hanya sebesar 0,87%[cite: 1].Kesimpulan & Standar Mutu: Berdasarkan Permenkes RI No. 86/Menkes/IV/77, anggur pala ini termasuk dalam Minuman Beralkohol Golongan A (kadar alkohol 1–5%)[cite: 1]. Berdasarkan SII No. 30/SI/73, produk ini dikategorikan sebagai medicinal wine (anggur obat) yang dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh[cite: 1]. | |
| dc.identifier.issn | 0215-8991 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32266 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | INDUSTRIAL CROPS RESEARCH JOURNAL | |
| dc.title | PROCCESING F WINE FROM NUTMEG PERICARP | |
| dc.type | Article |