Strategi Pengendalian Hama Utama Padi Menggunakan Musuh Alami
No Thumbnail Available
Date
1995
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Sepanjang tahun, proses pengendalian hama secara terpadu (PHT) alamі
terangkai dalam siklus pemanfaatan komponen pengendalian: varietas
tahan - kultur teknik - musuh alami - varietas tahan. Dalam siklus tersebut,
musuh alami belum banyak dimanfaatkan, walaupun arti pentingnya sebagai
penyeimbang biologi (biological balance) populasi hama telah diketahui. Ada
tiga strategi pengendalian hama dengan musuh alami, yaitu importasi,
perbanyakan massal, dan manipulasi musuh alami. Manipulasi musuh alami
dapat dilakukan dengan (1) konservasi, yaitu usaha melestarikan musuh alami
yang sudah ada di lapang agar dapat bertahan hidup dan berkembang sesuai
dengan sifatnya, dan (2) augmentasi, yaitu usaha meningkatkan efektivitas
musuh alami di lapang agar mampu mengendalikan populasi hama.
Pemantauan populasi hama dan musuh alami secara berkala harus dilakukan
untuk menentukan perlu tidaknya populasi hama dikendalikan. Khusus untuk
wereng coklat, keseimbangan populasi antara wereng dan musuh alaminya
akan tercapai bila tingkat parasitasi telur wereng oleh Anagrus dan Oligosita
lebih dari 25%. Dalam hal ini, wereng tidak perlu dikendalikan.