Hama Wereng dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman Padi
No Thumbnail Available
Date
2008-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang keberlanjutan produksinya kerap terancam oleh serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya hama wereng. Hama wereng, seperti Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens), Wereng Hijau (Nephotettix virescens), dan Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera), merusak tanaman dengan cara menghisap cairan sel batang serta berperan sebagai vektor penularan penyakit virus kerdil dan tungro. Serangan berat hama ini dapat menyebabkan fenomena hopperburn hingga kegagalan panen (puso) secara total. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik serangan hama wereng dan merumuskan strategi pengendalian yang efektif serta ramah lingkungan. Metode kajian dilakukan melalui tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur penelitian terkait biologi wereng dan teknik penanggulangannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan strategi paling efektif dalam meminimalkan populasi wereng. Strategi ini meliputi: (1) teknik kultur teknis seperti penanaman serentak, penggunaan varietas tahan, dan pengaturan jarak tanam jajar legowo; (2) pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami (predator dan parasitoid) serta agens hayati; (3) pemantauan populasi menggunakan light trap; serta (4) penggunaan insektisida kimia secara bijaksana sebagai langkah terakhir. Penerapan strategi PHT secara konsisten diharapkan dapat menjaga kestabilan produksi padi dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Abstract
Rice (Oryza sativa L.) is the primary food commodity in Indonesia, whose production sustainability is frequently threatened by Plant Disruptive Organisms (PDO), particularly planthopper pests. Planthoppers, such as the Brown Planthopper (Nilaparvata lugens), Green Leafhopper (Nephotettix virescens), and White-backed Planthopper (Sogatella furcifera), damage plants by sucking cell sap from stems and serving as vectors for viral stunt diseases and tungro. Severe infestations can lead to hopperburn phenomena and complete crop failure (puso). This article aims to review the characteristics of planthopper attacks and formulate effective, environmentally friendly control strategies. The study method was conducted through a literature review of research regarding planthopper biology and management techniques. The results indicate that the Integrated Pest Management (IPM) approach is the most effective strategy for minimizing planthopper populations. This strategy encompasses: (1) cultural practices such as simultaneous planting, the use of resistant varieties, and proper plant spacing using the jajar legowo system; (2) biological control utilizing natural enemies (predators and parasitoids) and biological agents; (3) population monitoring using light traps; and (4) judicious application of chemical insecticides as a last resort. Consistent implementation of IPM strategies is expected to maintain rice production stability and support national food security.
Description
37 p.; ills.; tab.