Stabilitas dan Hasil Beberapa Galur Harapan Kedelai
No Thumbnail Available
Date
2009
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Di Indonesia kedelai dibudidayakan pada lingkungan yang beragam sehingga diperlukan varietas berdaya hasil optimal pada berbagai lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk menilai stabilitas 10 galur harapan kedelai di 12 lokasi. Bahan penelitian terdiri atas 10 galur harapan kedelai yaitu SHRW60/100H-21-16- 33-9, SHRW60/100-36-47-45-16, SHRW60/100-37-4-46-17.. SHRW60/100-37-4-47-18, SHRW60/100-39-5-48-19, SHRW60/ 100H-154-131-36-78-1, SHRW60/100H-136-42-160-33, SHRW60/ 100H-154-131-36-78-2, A/W-C-6-60, dan A/W-C-6-62 serta dua varietas pembanding berukuran biji besar (Burangrang dan Anjasmoro). Penelitian dilaksanakan pada MT 2008 di 12 lokasi. Rancangan percobaan yang digunakan di setiap lokasi penelitian adalah acak kelompok, 12 perlakuan, dan setiap perlakuan diulang empat kali. Setiap galur ditanam pada petak berukuran 2,8 m x 4,5 m, jarak tanam 40 cm x 15 cm, dua tanaman per rumpun. Stabilitas dan adaptabilitas galur-galur yang diuji dihitung menurut metode analisis AMMI. Kisaran hasil 12 galur adalah 1,94-2,39 tha, dengan rata-rata 2,11 t/ha. Varietas pembanding Burangrang memiliki daya hasil (2,22 t/ha) lebih tinggi daripada Anjasmoro (2,17 t/ha). Hasil tertinggi dimiliki oleh galur Aochi/W.C.6.62, yaitu 2,39 t/ha. Hasil analisis gabung memperlihatkan bahwa lokasi dan galur, serta interaksinya sangat nyata untuk hasil biji. Artinya, galur tertentu akan tumbuh baik pada lingkungan tertentu, tetapi belum tentu baik bila ditanam pada lingkungan yang lain. Penggunaan model AMMI (Additive Main Effects and Multiplicative Interaction) untuk analisis data hasil kedelai menunjukkan bahwa galur Shr.W.60/IAC.100-39- 5-48-19 teridentifikasi stabil (beradaptasi luas), sedangkan sebelas galur lainnya tidak stabil (beradaptasi spesifik lokasi). Galur Shr.W.60/IAC.100-39-5-48-19 memiliki hasil lebih tinggi daripada varietas pembanding Anjasmoro, dan hampir sama dengan varietas Burangrang. Galur Aochi/W.C.6.62 yang berdaya hasil paling tinggi dan beradaptasi spesifik lokasi. Galur Shr.W.60/IAC.100-39-5-48- 19 dapat diusulkan untuk dilepas sebagai varietas unggul berdaya hasil tinggi.