Efektivitas Introduksi Teknologi Budi Daya Sapi Potong: Studi Kasus di Kabupaten Tangerang, Banten

dc.contributor.authorMalik, Rika Jayanti
dc.contributor.authorKardiyanto, E.
dc.date.accessioned2026-08-27T02:29:17Z
dc.date.available2026-08-27T02:29:17Z
dc.date.issued2015-11-10
dc.descriptionSwasembada daging sapi merupakan salah satu target utama Kementerian Pertanian pada periode tahun 2010−2014. Prinsip swasembada yaitu kemampuan penyediaan daging dalam negeri sebesar 90−95%, sementara sisanya sebesar 5–10% dapat dipenuhi melalui impor. Kementerian Pertanian melalui rencana strategisnya telah menetapkan beberapa sasaran yang ditargetkan selama kurun waktu lima tahun (2010−2014). Sapi potong merupakan komoditas yang difokuskan mampu menghasilkan daging sebesar 460 ribu ton. Hasil yang diperoleh termasuk indikator kinerja yang berhasil karena produksi daging sapi mencapai 370 ribu ribu ton atau 80,43% dari target. Pelaksanaan program swasembada daging sapi mengacu pada roadmap yang ditetapkan Kementerian Pertanian terdiri atas program utama dan pendukung. Program utama pencapaian swasembada daging mencakup penguatan ternak betina bunting, pembibitan sapi potong, integrasi tanaman-ruminansia, pengembangan hijauan pakan ternak, penanaman dan pengembangan tanaman pakan berkualitas, peningkatan kapasitas petugas inseminasi buatan (IB), pemeriksaaan kebuntingan (PKB) dan asisten teknis reproduksi (ATR), produksi semen beku, penyebaran pejantan, pengembangan indukan sapi, penguatan kelembagaan IB, penanggulangan gangguan reproduksi dan penyakit parasiter, penguatan kelembagaan kesehatan hewan, fasilitasi RPH, dan fasilitasi kios daging. Program pendukung berkaitan dengan kegiatan perluasan areal peternakan, penyuluhan, kelembagaan petani, penyebaran bibit Sumba sapi unggul Peranakan Ongole (PO), penyediaan benih sumber, pengaturan lalu lintas media pembawa hama, dan penyakit hewan karantina. Banten merupakan provinsi pendukung pelaksanaan Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau (PSDS/K) dan mendapatkan alokasi pendampingan sejak tahun 2011. Populasi kerbau di Provinsi Banten lebih tinggi dibanding sapi potong. Berdasarkan BPS Banten (2013), populasi kerbau di Banten mencapai 124.108 ekor, sedangkan jumlah sapi potong sebanyak 55.424 ekor. Sebaran ternak kerbau terbesar di Kabupaten Lebak (44.771 ekor) disusul Kabupaten Serang (30.857 ekor) dan Kabupaten Pandeglang (29.106 ekor). Berbeda dengan ternak kerbau yang tersentra di Kabupaten Lebak, ternak sapi potong sebesar 78,07% atau 43.270 ekor terdapat di Kabupaten Tangerang.
dc.description.abstractPelatihan merupakan salah satu metode introduksi teknologi. Indikator keberhasilan pelatihan yaitu adanya perubahan perilaku peserta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas introduksi teknologi budi daya sapi potong melalui pelatihan di Kelompok Bina Karya, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2014 dengan peserta (anggota kelompok) sejumlah 20 orang. Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik pengambilan data dengan wawancara terstandar dengan peserta pelatihan. Data dianalisis secara deskriptif dan perubahan pengetahuan diuji secara statistik menggunakan uji wilcoxon pada Program SPSS-17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peserta meliputi umur beragam mulai 20−70 tahun, pendidikan formal mayoritas lulus Sekolah Dasar (SD)/sederajat, wanita tani hadir sebagai peserta mewakili suami (20%), dan kepemilikan ternak rata-rata 2−3 ekor/orang, serta efektivitas pelatihan terjadi akibat adanya peningkatan pengetahuan peserta yang nyata setelah mengikuti pelatihan (61,32%). Perlu adanya pendampingan yang intensif secara berkelanjutan dengan waktu pelaksanaan disesuaikan dengan waktu petani. Anggota Kelompok Bina Karya perlu memperhatikan penerapan teknologi pakan sebagai kunci keberhasilan pola penggemukan sapi potong.
dc.identifier.isbn978-602-344-127-3
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31318
dc.language.isoid
dc.publisherIAARD Press
dc.relation.ispartofseriesProsiding Makalah Penunjang; No.47 2015
dc.subjectQ Food science/Ilmu Pangan::Q80 Packaging/Pengepakan Produk Industri Hasil Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan
dc.subjectA Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum
dc.subjectC Education, extension, and advisory work/Pendidikan, Penyuluhan Pertanian
dc.titleEfektivitas Introduksi Teknologi Budi Daya Sapi Potong: Studi Kasus di Kabupaten Tangerang, Banten
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
pros2015_No47_20PB_Rika Jayanti Malik.pdf
Size:
249.35 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: