Factors that play a role in building resilience, autonomy, and sustainability of smallholder coconut farming in Aceh Province

dc.contributor.authorSulistyorini, Henny
dc.contributor.authorSumardjo
dc.contributor.authorFatchiya, Anna
dc.contributor.authorPurnaningsih, Ninuk
dc.contributor.authorCahyana, Destika
dc.date.accessioned2026-08-14T01:24:49Z
dc.date.available2026-08-14T01:24:49Z
dc.date.issued2025-12-31
dc.description.abstractPerkebunan kelapa rakyat di Provinsi Aceh menghadapi peningkatan risiko keberlanjutan usaha akibat rendahnya pendapatan petani dari usaha ini yang disebabkan oleh penurunan luas areal tanam, penuaan tanaman, keterbatasan akses terhadap teknologi dan penyuluhan, serta lemahnya kelembagaan petani. Meskipun demikian, perkebunan kelapa rakyat tetap memiliki posisi strategis sebagai sumber pangan, pendapatan petani, bahan baku industri, lapangan kerja, dan konservasi lingkungan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan resiliensi petani menjadi faktor krusial untuk mampu secara optimal mengelola usaha berbasis kelapa. Penelitian ini mengkaji hubungan antara fungsi kelompok tani, peran kepemimpinan kelompok tani, modal sosial, resiliensi petani, kemandirian petani, dan keberlanjutan usaha kelapa rakyat. Penelitian dilakukan tahun 2024 di Kabupaten Aceh Besar, Simeulue, dan Bireuen melalui survei terhadap 277 petani kelapa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi kelompok tani dan peran ketuanya memiliki pengarup positif dan signoifikan trerhadap kemandirin, serta modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi petani. Selanjutnya, resiliensi petani berhubungan positif dengan kemandirian petani dan keberlanjutan usaha kelapa, sementara kepemimpinan kelompok tani juga berpengaruh langsung terhadap kemandirian petani. Untuk mendukung keberlanjutan usaha kelapa rakyat di Aceh direkomendasikan kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan penguatan kapasitas sosial dan kelembagaan melalui kelompok tani, terutama melalui penguatan jejaring sosial dan kepercayaan, peningkatan peran ketua kelompok tani sebagai motivator dan fasilitator, serta penguatan kelompok tani sebagai wahana pembelajaran kolektif dan kerja sama. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n2.2025.265-286
dc.identifier.issn2549-7278
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30997
dc.language.isoen_US
dc.publisherPusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
dc.relation.ispartofseriesAnalisis Kebijakan Pertanian; Vol. 23 No. 2 (2025)
dc.subjectE Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan
dc.subjectE Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E11 Land economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai Lahan
dc.subjectA Agriculture/Pertanian
dc.titleFactors that play a role in building resilience, autonomy, and sustainability of smallholder coconut farming in Aceh Province
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
7-358-3971_Naskah+Final_Sulistyorini+et+al.pdf
Size:
1.02 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: