Karakterisasi Morfologi Delapan Aksesi Anggrek Endemik Kalimantan sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Genetik

dc.contributor.authorFofa Arofi
dc.date.accessioned2026-07-19T02:08:10Z
dc.date.available2026-07-19T02:08:10Z
dc.date.issued2026-01-09
dc.descriptionLaporan Ujiwidya ini mendokumentasikan kegiatan karakterisasi morfologi secara sistematis terhadap delapan taksa anggrek endemik dan varietas lokal asal Pulau Kalimantan, yang dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Laboratorium SMK-PP Negeri Banjarbaru. Komoditas target dalam kajian ini meliputi varian lokal Phalaenopsis amabilis (aksesi Pelaihari dan Halong), kelompok epifit monopodial (Vanda dearei dan Aerides odorata), kelompok epifit simpodial (Coelogyne pandurata dan Coelogyne rachusrenii), serta taksa dengan tipe pertumbuhan khusus (Dipodium scandens dan Dendrobium anosmum). Karakterisasi dilakukan berdasarkan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan 25 parameter standar deskriptor internasional yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Data morfologi kualitatif dianalisis secara multivariat melalui analisis klaster metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) menggunakan fungsi SimQual pada software NTSYSpc versi 2.02i untuk memetakan hubungan kekerabatan fenotipik antar-aksesi dalam bentuk grafik dendrogram. Hasil analisis kekerabatan berbasis jarak Euclidean menunjukkan bahwa bentuk pertumbuhan (monopodial vs simpodial), keberadaan dan struktur pseudobulb, serta tipe sistem perakaran merupakan karakter penciri utama dalam pengelompokan taksa. Aksesi Phalaenopsis amabilis Pelaihari dan Halong memiliki kedekatan morfologi vegetatif tertinggi, diikuti oleh Dipodium scandens dan Aerides odorata dalam klaster monopodial. Sementara itu, genus Coelogyne terpisah tegas dalam klaster simpodial, dan Dendrobium anosmum menempati jarak kekerabatan paling jauh karena struktur batangnya yang menjuntai (drooping). Data penanda morfologi ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah primer bagi manajemen koleksi plasma nutfah, penyediaan sumber induk kultur jaringan, serta perumusan strategi konservasi sumber daya genetik (ex-situ maupun in-situ) tanaman hias di Indonesia.
dc.description.abstractPulau Kalimantan merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati anggrek (Orchidaceae) terbesar di kawasan tropis Asia Tenggara dengan tingkat endemisitas mencapai 35–40%. Namun, tekanan deforestasi dan eksploitasi habitat mengancam kelestarian plasma nutfah strategis ini. Karakterisasi morfologi menjadi langkah awal yang krusial untuk mencegah kesalahan identifikasi taksonomi, memperkuat pelindungan hukum, serta mendukung pemuliaan varietas hibrida nasional. Kegiatan ujiwidya ini bertujuan untuk mendokumentasikan, mengkarakterisasi, serta mengidentifikasi karakter penciri kunci dari delapan taksa anggrek yang merepresentasikan variasi morfologi vegetatif dan generatif endemik Kalimantan. Kajian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Laboratorium SMK-PP Negeri Banjarbaru. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif diterapkan menggunakan panduan skoring 25 parameter morfologi dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Data morfologi selanjutnya ditransformasikan ke dalam bentuk data biner dan dianalisis klaster menggunakan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) berbasis jarak Euclidean melalui software NTSYSpc versi 2.02i untuk menghasilkan dendrogram hubungan kekerabatan fenotipik. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Phalaenopsis amabilis asal Pelaihari dan Phalaenopsis amabilis asal Halong berada pada klaster terdekat dengan tingkat kemiripan fenotipik tertinggi yang dicirikan oleh tipe pertumbuhan monopodial, ketiadaan pseudobulb, dan perakaran lekat. Secara berturut-turut, klaster monopodial ini berkerabat dekat dengan Dipodium scandens, Aerides odorata, dan Vanda dearei. Sementara itu, kelompok epifit simpodial yang diwakili oleh Coelogyne rachusrenii dan Coelogyne pandurata membentuk kelompok terpisah yang tegas berdasarkan keberadaan organ pseudobulb elips sebagai penyimpan cadangan air. Dendrobium anosmum menempati posisi kekerabatan paling jauh (jarak Euclidean tertinggi) akibat kombinasi unik batang silindris linear dan tipe pseudobulb menggantung (drooping). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tipe pertumbuhan (monopodial/simpodial), karakteristik pseudobulb, dan tipe perakaran merupakan komponen penciri utama dalam pengelompokan kekerabatan anggrek. Untuk meningkatkan akurasi resolusi taksonomi, disarankan mengombinasikan data vegetatif ini dengan karakter morfologi generatif bunga yang lengkap serta analisis marka molekuler pada kajian lanjutan. Kata Kunci: Orchidaceae, Karakterisasi Morfologi, UPGMA, Konservasi Plasma Nutfah, Anggrek Kalimantan.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30320
dc.language.isoid
dc.publisherSMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru
dc.subjectA Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian
dc.subjectA Agriculture/Pertanian
dc.titleKarakterisasi Morfologi Delapan Aksesi Anggrek Endemik Kalimantan sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Genetik
dc.typeTechnical Report
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Fofa Arofi_ karakterisasi_2026.pdf
Size:
2.19 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections