Optimasi Hasil Ubikayu Menggunakan Teknologi Adaptif

dc.contributor.authorBudhi Santoso Radjit
dc.contributor.authorNila Prasetiaswati
dc.date.accessioned2025-09-16T04:03:57Z
dc.date.available2025-09-16T04:03:57Z
dc.date.issued2011-12-16
dc.descriptionBuletin Iptek Tanaman Pangan sudah memasuki tahun keenam. Dalam kurun waktu yang relatif singkat ini buletin Iptek Tanaman Pangan telah mengalami beberapa kemajuan, di antaranya mendapat pengakuan sebagai publikasi ilmiah nasional yang terakreditasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tulisan yang terbit pun beragam antarnomor, mengikuti masalah aktual yang terjadi untuk menjadi bahan pertimbangan bagi penentu kebijakan dalam mencarikan jalan pemecahannya.
dc.description.abstractUbikayu mempunyai potensi besar sebagai sumber karbohidrat dan bahan baku industri. Dari luas areal panen 1,2 juta ha, hasil rata-rata nasional ubikayu baru 18 t/ha dengan hasil rata-rata tertinggi 24,6 t/ha di Lampung. Tingginya kebutuhan ubikayu untuk pangan, bahan baku industri, dan ekspor, diperlukan identifikasi teknologi produksi yang dapat mempercepat peningkatan produktivitas ubikayu secara nasional. Berdasarkan kajian di Kabupaten Malang, Banyuwangi, 244 Iptek Tanaman Pangan Vol. 6 No. 2 - 2011 Lampung Selatan, dan Lampung Tengah, pengelolaan tanaman yang tepat dapat memberikan hasil yang tinggi. Di Malang Selatan, penggunaan masukan sebesar 10 t/ha pupuk kandang, 300 kg urea, dan 300 kg Phonska pada varietas Cecek hijau, Sembung, dan Malang-6 dapat memberikan hasil umbi segar antara 80-87 t/ha dengan keuntungan antara Rp 37.610.000-41.810.000/ha. Di KP Genteng, Banyuwangi, pemupukan 300 kg urea, 100 kg SP36, 100 kg KCl, dan 5 t/ha pupuk kandang, herbisida dan furadan, memberikan hasil 54-62 t/ha umbi segar dengan keuntungan berkisar antara Rp 19-23 juta/ha, dan B/C ratio 2,5-3,0. Di Natar (Lampung Selatan) dan Sulusuban (Lampung Tengah), pemberian 300 kg urea 200 kg SP36, 200 kg KCl, 500 kg dolomit, 5 t/ha pupuk kandang dan herbisida menghasilkan 46-60 t/ha umbi segar dengan keuntungan Rp 26-31 juta di Natar dan Rp 18-22 juta di Sulusuban. Tingginya hasil ubikayu disebabkan oleh tingginya masukan yang dikombinasi dengan pengolahan tanah yang dalam. Harga ubikayu yang memadai pada saat itu, berkisar antara Rp 550-650/kg, juga menyebabkan tingginya keuntungan yang diperoleh petani. Meski hasil ubikayu yang diperoleh dengan masukan tinggi cukup menguntungkan, tetapi keberlanjutannya perlu dikaji lebih lanjut, terutama terkait dengan kesuburan tanah. Diperlukan dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga yang menguntungkan petani, ketersediaan pupuk kandang, dan permodalan
dc.identifier.issn1907-4263
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/26206
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
dc.relation.ispartofseriesVolume 6; No 2
dc.titleOptimasi Hasil Ubikayu Menggunakan Teknologi Adaptif
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
09-Budhi Radjit.pdf
Size:
72.85 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections