Towards Enhanced and Sustained Rice Productivity in Flood-Prone Areas of South and Southeast Asia (Menuju Peningkatan dan Keberlanjutan Produktivitas Padi di Wilayah Rawan Banjir di Asia Selatan dan Asia Tenggara)

dc.contributor.authorIsmail, Abdelbagi M.
dc.contributor.authorVergara, Georgina
dc.contributor.authorMackil, David J.
dc.date.accessioned2026-09-12T06:56:35Z
dc.date.available2026-09-12T06:56:35Z
dc.date.issued2009-07-24
dc.description14 p.; ills.; tab.
dc.description.abstractAbstrak Padi merupakan tanaman utama di sebagian besar wilayah tadah hujan dan rawan banjir di Asia Selatan dan Asia Tenggara, yang menjadi sumber pangan bagi jutaan keluarga petani subsisten. Produktivitas padi di ekosistem ini tergolong rendah karena belum tersedianya varietas unggul yang toleran terhadap cekaman abiotik yang umum terjadi. Kondisi hidrologis di wilayah ini sangat berat dan sulit diprediksi, sehingga sering terjadi banjir berulang dan terkadang cekaman kekurangan air. Kendala utama dalam ekosistem ini meliputi pertumbuhan awal tanaman yang buruk pada area tanam benih langsung, tingkat kelangsungan hidup yang rendah saat terjadi perendaman pada padi sistem pindah tanam, serta hasil panen yang rendah di area dengan genangan air diam dan air dalam. Pemahaman kita mengenai kendala dan tantangan yang dihadapi petani di wilayah-wilayah ini terus berkembang, dan prospek peningkatan produktivitas pun semakin terbuka lebar. Upaya pengembangan harus difokuskan pada penciptaan dan penyebaran varietas unggul tangguh yang menggabungkan toleransi terhadap berbagai cekaman utama, disertai dengan strategi pengelolaan tanaman dan hara yang tepat. Penggabungan gen toleransi rendaman *Sub1* dengan toleransi terhadap banjir saat perkecambahan serta toleransi terhadap banjir parsial jangka panjang akan menghasilkan varietas dengan daya adaptasi luas yang dapat ditanam oleh petani di wilayah yang sangat luas. Pilihan strategi pengelolaan mencakup peningkatan kesehatan bibit di persemaian melalui pengaturan kepadatan benih dan pengelolaan hara yang tepat, penanganan serta pengelolaan air dan hara yang baik saat pindah tanam, serta pengelolaan hara pascabanjir yang tepat untuk mendukung pemulihan tanaman, pembentukan anakan, dan peningkatan hasil panen. Di sebagian besar wilayah tadah hujan dan rawan banjir, terdapat potensi besar untuk pertanian musim kemarau; potensi ini dapat dimanfaatkan jika tersedia modal awal dan infrastruktur yang memadai, serta akses bagi petani terhadap varietas dan strategi pengelolaan yang tepat. Abstract Rice is the major crop in most rainfed and flood prone environments of South and Southeast Asia providing food for millions of subsistence farming families. Rice productivity in these ecosystems is quite low because of the unavailability of high-yielding varieties tolerant of prevailing abiotic stresses. Hydrological conditions are particularly harsh and unpredictable, leading to recurrent floods and sometimes, water deficit stress. Major constraints in these ecosystems include poor initial crop establishment in direct seeded areas, poor survival upon submergence in transplanted rice, and poor yield in stagnant flood and deepwater areas. Our understanding of the constraints and challenges facing farmers in these areas is progressively advancing, and prospects for increasing productivity are becoming increasingly dissemble. These scenarios should mainly focus on the development and deployment of resilient high yielding varieties combing tolerance of the most prevailing stresses, accompanied with their proper crop and nutrient management strategies. Combining the submergence tolerance gene Sub I with tolerance to flooding during germination as well as to longer-term partial flooding will result in varieties that are widely adapted and could subsequently be grown by farmers in vast areas. Management options should then include improving seedling health in the nursery through proper seed rate and nutrient management, proper handling and water and nutrient management upon transplanting, and proper post-flood nutrient management to enhance recovery, tillering and yield. In most of rainfed and flood-prone areas, great potential exists for dry season farming, which could be exploited given initial capital and infrastructure, and proper varieties and management strategies were made accessible to farmers.
dc.identifier.isbn978-979-540-043-1
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32237
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi
dc.titleTowards Enhanced and Sustained Rice Productivity in Flood-Prone Areas of South and Southeast Asia (Menuju Peningkatan dan Keberlanjutan Produktivitas Padi di Wilayah Rawan Banjir di Asia Selatan dan Asia Tenggara)
dc.title.alternativeInovasi Teknologi Padi Mengantisipasi Perubahan Iklim Global Mendukung Ketahanan Pangan. Buku 1. Prosiding Seminar Nasional Padi 2008
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
7. Towards Enhanced and Sustained Rice Productivity in Flood-Prone Areas of South and Southeast Asia - Abdelbagi M..pdf
Size:
725.88 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: