Serangan Hama Tikus di Provinsi Bali dan Upaya Pengendaliannya
| dc.contributor.author | I.B.K. Suastika | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-17T02:26:53Z | |
| dc.date.available | 2026-09-17T02:26:53Z | |
| dc.date.issued | 2009-07-24 | |
| dc.description | 9 p.; ills.; tab. | |
| dc.description.abstract | Abstrak Tikus sawah (Rattus argentiuenter) merupakan hama utama padi penyebab kerugian terbesar dan berpotensi mengancam stabilitas produksi padi setiap tahun. Pada tahun 2007 dan awal tahun 2008, di Bali, hama tikus sawah kembali menjadi masalah dengan menyerang dan merusak tanaman padi. Luas serangannya mencapai I. 150, 75 ha dengan intensitas serangan bervariasi dari ringan sampai puso. Serangan hama tikus terluas terjadi di Kabupaten Tabanan dengan luas serangan 409 ha kategori serangan ringan 348 ha, sedang 9 ha, berat 37 ha, dan puso 15 ha Total kehilangan hasil dari serangan hama tikus mencapai 14.95-ton atau setara dengan Rp. 29.900.000 dengan harga GKG Rp. 2.000/kg, cukup untuk memberi makan sekitar 747,5 Orang di Bali selama 12 bulan, Usaha pengendalian yang dilakukan Oleh petani terbatas pada kegiatan sanitasi lingkungan dan penggunaan pestisida (rodentisida), Hambatan dalam pelaksanaan pengendalian tikus di lapangan antara lain disebabkan kurang berfungsinya kelompok tani sehingga pengendalian tikus dilakukan secara sendiri-sendiri, monitoring lemah, dan terlambat dalam pengendalian, kegiatan pengendalian tidak berkesinambungan, pemahaman terhadap tikus yang lernah, dan kurang informasi :.eknologi. Abstract Rice Field Rat Attack and the Control Action to Handle Rat Problem in Bali. Rice field rat, Rattus argentiuenter, is the main pest of rice which causes the biggest loss of rice production every year. Damage of rice caused by rats was reported in 2007 and early 2008, which attack rice field about 1,151 ha with the intensity from low to heavy which resulting loss of rice harvest. The highest infestation was at Tabanan District with total damage area of 409 ha consisted of: low infestation 348 ha, medium 9 ha, heavy 37 ha and loss of harvest 15 ha. Total production loss of rice in Bali was noted about 14.95 ton or equal to with rice paddy price was predicted as Rp. 2,000/kg, enough to feed 747.5 people in Bali for 12 months. Farmer technologies to overcome this problem was still limited, done only through sanitation and the use of chemical, The main constraints of handling rat problem at the field was due to the less function of the farmer group, as a result, handling was done individually, lack of monitoring, late of control action, un continuous handling, weak of rat understanding, and lack technology information. | |
| dc.identifier.isbn | 978-979-540-043-1 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32557 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Besar Penelitian Tanaman Padi | |
| dc.title | Serangan Hama Tikus di Provinsi Bali dan Upaya Pengendaliannya | |
| dc.title.alternative | Inovasi Teknologi Padi Mengantisipasi Perubahan Iklim Global Mendukung Ketahanan Pangan. Buku 1. Prosiding Seminar Nasional Padi 2008 | |
| dc.type | Article |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- 42. Serangan Hama Tikus di Provinsi Bali dan Upaya Pengendaliannya - I.B.K. Suastika.pdf
- Size:
- 2.57 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
- Description:
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.77 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: