Analisis daya saing dan kebijakan bea keluar pada komoditas kakao (Theobroma cacao) Indonesia
Loading...
Date
2024-01-26
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Abstract
Kebijakan bea keluar yang diberlakukan pada tahun 2010 menyebabkan ekspor biji kakao Indonesia mengalami penurunan kuantitas dan nilai nya , sementara ekspor produk turunan biji kakao ( butter, powder, dan pasta) mengalami peningkatan kuantitas dan nilai ekspor. Namun, impor biji kakao Indonesia semakin mengalami peningkatan juga Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan bea keluar biji kakao Indonesia berdasarkan daya saing biji kakao dan produk turunannya di pasar internasional. Data dianalisis dengan metode Porter’s Diamond Model dengan responden stakeholder komoditas kakao Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan analisa yang dilakukan dengan metode Porter’s Diamond Model menunjukkan bahwa faktor ya ng paling penting dalam peningkatan daya saing biji kakao dan produk turunannya adalah faktor permintaan, strategi perusahaan, struktur dan persaingan, serta faktor kesempatan. Implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh industri kakao dan pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas biji kakao dan daya saing produk olahan biji kakao (powder, butter, dan pasta) terkait dengan peran lembaga pendidikan dan pelatihan dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, pemanfaatan teknologi pengolahan yang digunakan untuk mengelola kakao. kebijakan pemerintah dalam peningkatan produksi kakao nasional, dan kebijakan bea keluar yang perlu diimbangi dengan dilakukannya peningkatan kualitas dan perawatan industri hulu kakao.
DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.171-186
Description
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E71 International trade/Perdagangan Internasional, biji kakao, daya saing, kebijakan bea keluar