Viabilitas Benih Kapolaga Sabrang Pada Berbagai Kondisi Penyimpanan

dc.contributor.authorHobir
dc.date.accessioned2026-03-26T01:28:44Z
dc.date.available2026-03-26T01:28:44Z
dc.date.issued1991-07
dc.description.abstractPengaruh kondisi penyimpanan terhadap viabilitas benih kapolaga sabrang dipelajari di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. Benih kapolaga sabrang (Elettaria cardamomum) yang masih segar (kadar air 40-45%) dari varietas Malabar disimpan dalam kondisi kering (eksikator kedap udara berisi silika gel) dan kondisi lembab (eksikator kedap udara berisi air, ditutup dengan kertas lembab). Perlakuan tersebut disimpan pada suhu 0, 10, 20 dan 22-30°C (suhu kamar) dan diulang tiga kali. Benih diuji kadar air dan viabilitasnya setelah disimpan selama 3, 10, 20 dan 30 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa benih yang disimpan dalam kondisi kering, kadar airnya berkisar antara 4-13%. Dalam kondisi ini benih telah mati sejak disimpan tiga hari. Pada kondisi lembab kadar air benih berkisar antara 28-32%. Dalam kondisi ini benih dapat tumbuh, tetapi daya berkecambah dan vigornya cepat menurun pada suhu 20°C atau lebih rendah. Pada suhu 20-30°C daya berkecambah dan vigor benih pada umumnya meningkat setelah disimpan 10 hari dan masih bertahan sampai 30 hari, tanpa penurunan viabilitas yang nyata.
dc.identifier.issn0216-9657
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/28880
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri
dc.titleViabilitas Benih Kapolaga Sabrang Pada Berbagai Kondisi Penyimpanan
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Viabilitas Benih.pdf
Size:
4.49 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections