Fungsi Kelembagaan dalam Penerapan Teknologi Perbenihan Jagung Berbasis Komunitas Petani

Loading...
Thumbnail Image
Date
2006
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Sistem pendistribusian benih melalui jalur formal yang terlalu panjang berdampak pada lambannya adopsi varietas unggul baru. Apabila benih tidak dapat/sulit diperoleh pada waktu tanam tiba, sebagian besar petani menanam benih jagung asalan, atau hibrida turunan. Keberadaan penangkar benih sebagai kelembagaan penyedia benih komunitas pada kawasan tertentu diperlukan agar dapat menyedia- kan benih secara tepat waktu, jumlah dan kualitas, dan harga benih yang lebih murah. Untuk mengetahui kemampuan kelembagaan perbenihan dalam pe- nerapan teknologi benih jagung berbasis komunitas petani telah dilakukan penelitian di Desa Kurbian, Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada bulan April 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program jaringan kerja antara Balitsereal-BPSB-BBI/BBU, dapat mempercepat penyebaran benih varietas unggul baru sampai ke pengguna, tidak saja di Kabupaten Lombok Timur, tetapi juga menyebar ke Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dalam kurun waktu hanya 1 tahun. Usahatani penangkaran jagung varietas Lamuru dinilai layak dengan B/C ratio 4,0 dan keuntungan men- capai Rp 12.648.550/ha. K elembagaan dalam sistem usahatani adalah suatu kesatuan untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Komponen kelembagaan terdiri dari: (1) Manusia dalam sistem kualitas sumber daya manusia, dan (2) Aturan main dalam arti mekanisme yang mengatur jalannya hubungan timbal balik yang bersifat intern maupun ekstern (Mawardi 1999). Kelembagaan yang sering dijumpai pada masyarakat petani umumnya dibentuk untuk mengadopsi program usaha produksi, program agribisnis, atau program terkait dengan penyuluhan pertanian. Kelembagaan yang bergerak pada bidang usaha perbenihan jagung belum pernah dibentuk, atau masih sangat jarang terdapat. Badan Litbang Pertanian telah melepas banyak varietas unggul jagung (38 varietas bersari bebas dan 11 varietas hibrida). Pada tahun 2003, ada dua varietas bersari bebas yang memiliki kualitas protein lebih tinggi dibanding jagung biasa, yaitu Srikandi Putih-1 dan Srikandi Kuning-1. Kedua varietas
Description
akreditasi majalah berkala ilmiah nasional, buletin Iptek Tanaman Pangan dituntut untuk terbit secara teratur dan sinambung karena merupakan prasyarat penting dalam pengajuan akreditasi
Keywords
Citation
Collections