Ekspresi di Lapang Galur-galur BC1F4 dan BC2F3 Persilangan Code × NIL-QTSN4 dan CODE × NIL-QDTH8 Untuk Perbaikan Potensi Hasil
No Thumbnail Available
Date
2018-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Peningkatan produksi padi nasional memerlukan varietas baru dengan hasil tinggi. Code merupakan varietas unggul yang memiliki gen ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri, masih memiliki peluang untuk ditingkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi galur-galur BC1F4 dan BC2F3 persilangan Code × NIL-qTSN4 dan Code × NIL-qDTH8 di lapang. Penelitian ini dilakukan di KP Sukamandi, Balai Besar Penelitian Padi (Sukamandi, Jawa Barat) dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (Bogor, Jawa Barat) pada bulan September 2015 sampai dengan Februari 2016 (musim tanam II). Materi yang digunakan adalah tetua Code, NIL-qTSN4, NIL-qDTH8, 17 galur BC1F4 dan 28 galur BC2F3 untuk Code × NIL-qTSN4, 13 galur BC1F4 dan 18 galur BC2F3 untuk Code × NIL-qDTH8. Berdasarkan analisis molekuler menggunakan marka mikrosatelit RM20582 (lokus Xa7), RM17483 dan RM6909 (lokus qTSN4), RM5556 dan RM6838 (lokus qDTH8) sebanyak 2 dari 17 galur BC1F4 (11,77%) dan 11 dari 28 galur BC2F3 (39,29%) Code × NIL-qTSN4 memiliki pola alel yang menyimpang, sehingga tidak diamati karakter agronominya. Demikian juga 1 dari 13 galur BC1F4 (7,69%) dan 5 dari 18 galur BC2F3 (27,78%) Code × NIL-qDTH8 yang menyimpang. Galur Code-qTSN4 memiliki penampilan lebih pendek dibanding Code, jumlah anakan produktif lebih sedikit, panjang malai yang sama, dan memiliki jumlah gabah isi lebih banyak. Persentase pengisian gabah juga lebih tinggi dibanding Code, dan bobot gabah isi jauh lebih banyak dibanding Code. Galur Code-qDTH8 memiliki penampilan lebih pendek, umur lebih genjah, jumlah anakan produktif lebih banyak, malai lebih pendek, namun jumlah gabah isi lebih banyak. Persentase pengisian gabah lebih tinggi dengan bobot gabah isi lebih banyak dibanding Code. Galur-galur Code-qDTH8 memiliki hasil lebih banyak dibanding galur qTSN4 melalui jumlah anakan produktif lebih banyak, meskipun jumlah gabah isinya lebih sedikit.
Abstract
Increasing national rice production needs new high yield variety. Code is a modern variety that has resistance genes to bacterial leaf blight disease, still needs to increase its production. This study aimed to evaluate BC1 F4 and BC2 F3 lines of Code × NIL-qTSN4 and Code × NIL-qDTH8 crosses in the field. This research was conducted at Sukamandi Field Test, Indonesia Center for Rice Research (Sukamandi, West Java) and the Indonesian Center for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development (Bogor, West Java) in September 2015 until February 2016 (planting season II). The material used were Code, NIL-qTSN4, NIL-qDTH8, 17 lines of BC1 F4 and 28 lines of BC2 F3 for Code × NIL-qTSN4, 13 lines of BC1 F4 and 18 lines of BC2 F3 for Code × NIL-qDTH8. Based on molecular analysis using microsatellite markers RM20582 (Xa7 locus), RM17483 and RM6909 (qTSN4 locus), RM5556 and RM6838 (qDTH8 locus), 2 of 17 BC1 F4 lines (11.77%) and 11 of 28 lines BC2 F3 (39.29%) Code × NIL-qTSN4 had a distorted allele pattern, so it was not observed its agronomic character. As well, 1 of 13 BC1 F4 lines (7.69%) and 5 of 18 BC2 F3 lines (27.78%) Code × NIL-qDTH8 were deviated also. Code-qTSN4 lines had shorter performance than Code, fewer productive tillers, same panicle length, and more grain content. The percentage of grain filling was also higher than Code, and the weight of the grain content was much higher than the Code. Code-qDTH8 lines had shorter appearance, more early maturity, more productive tiller number, shorter length of panicle, but more number of grain contents. The percentage of grain filling was higher with weight of grain more than Code. Code-qDTH8 lines had yield more than Code-qTSN4 lines through more productive tillers number, although the number of grain content was less.
Description
14 p.; ills.; tab.