Kajian Eksistensi dan Fungsi Kelembagaan pada Usahatani Padi Organik di Sumatera Barat 97-104
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Pemerintah Daerah Sumatera Barat sejak tahun 2008, telah mulai menggiatkan pengembangan usaha pertanian
organik. Berbagai program dan kegiatan telah didanai agar bisa menghasilkan produk pertanian yang sehat serta
berperan dalam melestarikan lingkungan. Pengembangan usaha yang dilakukan tidak hanya dalam proses budidaya
tetapi juga aktif dalam pengembangan kelembagaan. Tetapi perkembangannya sampai saat ini belum begitu jelas dan
tidak banyak informasi yang diperoleh. Oleh karena itu perlu dilakuan kajian untuk melihat sejauh mana eksistensi dan
fungsi dari kelembagaan yang dikembangkan. Kajian dilakukan dengan pendekatan RRA (Rapid Rural Appraisal) pada
lima daerah utama yang tergolong sebagai sumber produksi padi sawah di Sumatera Barat. Pengembangan usahatani
padi organik diawali dengan penumbuhan kelompok tani, sebagai wadah pemersatu petani dan pusat kegiatan
usahatani padi organik. Disamping kelompok tani Pemerintah Propinsi Sumatera Barat juga menumbuhkan lembaga
sertifikasi pertanian organik sebagai satgas usahatani organik dan lembaga Persatuan Petani Organik sebagai
kelembagaan pakar yang membina usahatani organik tingkat petani. Tetapi setelah lima tahun berjalan belum
kelihatan dampak yang signifikan dari keberadaan lembaga-lembaga tersebut terhadap perkembangan usaha
pertanian organik di Sumatera Barat. Diperoleh beberapa faktor yang dominan yang menjadi penyebab, diantaranya
adalah belum maksimalnya operasional kelembagaan yang dibangun serta lemahnya sistem pemasaran dan kerjasama
antar lembaga yang ada.
Kata kunci: padi organik, kelembagaan