PENGARUH PЕМАКAIAN JANGKA PANJANG FORMULА ANTIKOLESTEROL YANG MENGANDUNG EKSTRAK BUAH LABU SIAM (Sechium edule Sw.) TERHADAP FUNGSI ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Ekstrak buah labu siam (Sechium edule Sw.) telah diketahui dapat menurunkan kadar
kolesterol dan trigliserida darah. Untuk membuat obat alami yang berkualitas, perlu dilakukan
pengujian keamanan dari formula obat alami antikolesterol yang mengandung ekstrak buah labu
siam ini. Penelitian lanjutan ini dilakukan untuk mengetahui pemakaian jangka panjang formula
ekstrak tersebut terhadap kerusakan fungsi ginjal pada tikus putih jantan dan betina yang terbagi
dalam tiga kelompok (Kelompok normal, dosis dan pemulihan), dengan metode mengacu pada
protokol WHO. Campuran ekstrak diberikan per-oral dalam tiga variasi dosis, yaitu 80 mg/200
gBB, 400 mg/200 gBB dan 2000 mg/200 gBB selama 16 minggu. Pada minggu ke 16 tikus diambil darahnya dan diautopsi untuk diambil organ ginjalnya. Sedangkan kelompok pemulihan
dibiarkan selama 2 minggu tanpa perlakuan. Analisis kimia darah dilakukan pada minggu ke 0, 8,
dan 16 (serta minggu ke 18 bagi kelompok pemulihan) dengan parameter kreatinin dan urea darah.
Data diolah dengan uji ANAVA dua arah (a=0,05) dan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil menunjukkan bahwa campuran ekstrak pada ketiga dosis (pada kelompok dosis maupun pemulihan) tidak menyebabkan perbedaan yang bermakna (a=0,05) terhadap kadar urea dan
kreatinin serta gambaran histopatologi ginjal tikus putih dengan waktu pemberian selama empat bulan.