Menelisik masa depan kakao berkelanjutan: menjembatani kesenjangan kesediaan membayar konsumen di Indonesia

Loading...
Thumbnail Image
Date
2025-12-31
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Abstract
Keberlanjutan agribisnis kakao di Indonesia mengalami hambatan karena kurangnya kesediaan konsumen untuk membayar lebih untuk produk cokelat berkelanjutan. Willingness to Pay (WTP) menjadi penting untuk menentukan sejauh mana pasar lokal mau mendukung keberlanjutan yang terhubung dengan kesejahteraan petani kakao di sisi hulu dan kualitas kakao premium. Penelitian ini bertujuan mengungkap faktor penyebab keengganan tersebut dan implikasinya terhadap kebijakan pertanian. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 340 konsumen dan dianalisis dengan model regresi logistik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesadaran lingkungan, persepsi manfaat, dan harga secara signifikan mempengaruhi penentu utama WTP dengan rata-rata Rp11.228 dengan median Rp12.500. Generasi muda (usia 18−24 tahun) menunjukkan WTP tertinggi sebesar Rp12.114, yang sebagian besar dipengaruhi oleh promosi di media sosial. Faktor utama penentu WTP adalah kesadaran lingkungan, persepsi manfaat sosial kepada petani, dan sensitivitas harga. Temuan ini menegaskan adanya attitude behavior gap, di mana kesadaran tidak selalu terwujud dalam perilaku pembelian. Dari hasil penelitian ini direkomendasikan perlunya penerapan kebijakan terpadu berupa kampanye digital untuk meningkatkan kesadaran, penyediaan subsidi bagi petani kakao berkelanjutan, dan penerapan sertifikasi berbasis blockchain untuk menciptakan rantai pasok dokumen yang jelas guna mengatasi masalah kepercayaan konsumen atas klaim keberlanjutan. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n2.2025.177-194
Description
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E16 Production economics/Ekonomi Produksi
Citation