Adaptasi Beberapa Galur Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di Lahan Medium Beriklim Basah di Bali dengan Budidaya Organik 205-210
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang
multiguna karena selain berfungsi sebagai sayuran dan buah, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetika
serta obat-obatan. Produksi tomat di Provinsi Bali tahun 2012 (30.880 ton) menurun bila dibandingkan dengan tahun
2011 (33.542 ton). Pemanfaatan salah satu varietas tomat yang terus menerus di setiap musim menyebabkan
menurunnya produktivitas tomat. Kajian adaptasi beberapa galur tomat telah dilaksanakan di lahan medium beriklim
basah, di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan Bali pada MT. 2013. Tujuan dari kajian tersebut adalah untuk
mengetahui daya adaptasi dari masing-masing galur di lahan medium beriklim basah dengan pendekatan budidaya
organik, yaitu dengan pemberian 25 ton pupuk organik. Kajian menggunakan rancangan acak kelompok, empat
perlakuan diulang lima kali. Perlakuan yang dimaksud adalah tiga galur introduksi, yaitu CLN 2026D, CLN 3024,
CLN3078 dan varietas tomat Permata sebagai pembanding. Parameter yang diamati adalah, tinggi tanaman, jumlah
tandan, jumlah buah, berat rata-rata buah dan produksi tomat per hektar. Hasil analisis menunjukkan varietas
berpengaruh nyata terhadap rata-rata jumlah buah tomat per tanaman. Jumlah buah tomat terendah dihasilkan oleh
klon CLN 3024, yaitu 4,25 buah per tanaman dan tertinggi dihasilkan oleh varietas pembanding, yaitu varietas Permata
dengan jumlah buah 16,25 buah pertanaman. Sedangkan potensi produksi tertinggi dihasilkan oleh galur CLN2026D,
yaitu 36,75 t/ha.
Kata kunci: Lycopersicon esculentum, adaptasi, lahan medium, budidaya organik