TEKNIK PESEMAIAN BENIH YLANG-YLANG : Warta balittro No. 45 Tahun 2002
| dc.contributor.author | Lukman, Wawan | |
| dc.contributor.author | Suhertini, Epon | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-31T07:25:57Z | |
| dc.date.available | 2026-03-31T07:25:57Z | |
| dc.date.issued | 2002-06-01 | |
| dc.description.abstract | Keberhasilan suatu tanaman sangat tergantung kepada kualitas bibit yang ditanam. Oleh karena itu penyediaan bibit yang baik perlu mendapat perhatian. Saat ini tanaman ylang-ylang diperbanyak secara generatif. Teknik perbanyakan secara vegetatif masih sulit dilakukan. Karena ylang-ylang mengalami masa dormansi cukup lama (60 hari) maka untuk mempercepat tumbuhnya, biji ylang-ylang digosok dengan abu gosok agar terdapat goresan-goresan pada permukaan biji, sehingga persentase tumbuhnya bisa mencapai 80-90%. Adapun persyaratan tumbuh benih yang baik meliputi: a) benih yang cukup matang, b) media perbenihan yang sesuai dan c) cara penyemaian benih yang baik. Media tanaman menggunakan pupuk kandang, tanah dan pasir, dengan perbandingan 1: 1: 2. setelah bibit berumur 30 hari dengan memiliki daun 4 – 6 helai dengan panjang akar 5- 10 cm, bibit dipindahkan ke kantong plastik (polybag) dengan media tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Berhubung ylang-ylang termasuk tanaman yang perlu pemeliharaan yang intensif, maka selama pembibitan harus dipelihara dengan baik, seperti penyiraman, pemberantasan hama/ penyakit serta penyiangan terhadap gulma yang tumbuh. Setelah bibit berumur 6 - 12 bulan dan sudah kelihatan tumbuh baik baru bibit dipindahkan ke pertanaman. | |
| dc.identifier.issn | 0854-5324 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29101 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat | |
| dc.relation.ispartofseries | No. 45 | |
| dc.title | TEKNIK PESEMAIAN BENIH YLANG-YLANG : Warta balittro No. 45 Tahun 2002 | |
| dc.title.alternative | Warta balittro No. 45 Tahun 2002 | |
| dc.type | Article |