PENGOPRASIAN TRAKTOR RODA 4 UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN(UPJA) TAJU JAWA , DESA KEBONDALEM LOR, KECAMATAN PRAMBANAN, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH
No Thumbnail Available
Date
2022-09-21
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN INDONESIA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN
Abstract
PROPOSAL PKL 1, 2020. TMP. PENDAHULUAN.Traktor sudah lama dikenal oleh para petani di Indonesia. Alat mesin
pertanian satu ini digunakan untuk dapat memudahkan pekerjaan para petani
khususnya dalam pengolahan tanah sebagai usaha untuk meningkatkan
produktivitas. Traktor merupakan salah satu alat dan mesin budidaya pertanian
yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan
rendah atau untuk menarik trailer dan implemen yang digunakan dalam
pertanian. Untuk mengolah suatu lahan yang luas dibutuhkan alat mesin
pertanian berupa traktor khususnya traktor roda empat. Traktor roda empat
adalah mesin pertanian yang dapat dipergunakan untuk mengolah tanah dan
pekerjaan pertanian lainnya. Untuk kegiatan pengolahan tanah, mesin ini
mempunyai efisiensi yang tinggi, karena pembalikan dan pemotongan tanah
dapat dikerjakan dalam waktu bersamaan. Mengolah tanah perkebunan yang
luas menggunakan traktor roda empat perlu dilakukan pengujian traktor untuk
mengetahui efisiensi kerja dan kapasitas kerja traktor dalam mengolah lahan
agar dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi petani
dan mengurangi biaya produksi serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani
(Hardjoesentono 1985).
Pengolahan tanah merupakan proses terberat dari keseluruhan proses budi
daya, dimana lebih dari banyaknya energi yang digunakan untuk seluruh proses
budi daya terserap pada kegiatan pengolahan tanah. Pada proses pengolahan
tanah sendiri, BPTP Jawa Barat telah memiliki alat mesin pertanian salah
satunya adalah traktor roda empat beserta impelemennya. Akan tetapi kegiatan
pertanian secara mekanis belum dapat diterapkan secara optimal karena
beberapa kendala. Tujuan pengolahan tanah dengan traktor adalah untuk
menciptakan keadaan tanah yang sesuai, untuk pertumbuhan tanaman dengan
memanfaatkan peralatan yang bekerja secara mekanis dan berkapasitas besar.
Pengolahan tanah pertama (primary tillage) adalah suatu tahap pengolahan
tanah dalam mempersiapkan tanah untuk pertanaman dan membersihkan
tumbuhan pengganggu, dimana pada tahap ini tanah dipotong, dilonggarkan dan
dibalik. Alat yang digunakan antara lain adalah bajak piring atau bajak singkal
(Yunus, 2004).
Pola pengolahan tanah erat hubungannya dengan waktu yang hilang karena belokan
selama pengolahan tanah. Pola pengolahan harus dipilih dengan tujuan untuk
memperkecil sebanyak mungkin pengangkatan alat untuk mengurangi sebanyak
mungkin waktu berbelok karena pada waktu diangkat alat itu tidak bekerja. Oleh
karena harus itu harus diusahakan bajak atau garu tetap bekerja selama waktu operasi
di lapangan. Makin banyak pengangkatan alat pada waktu belok, makin rendah
efisiensi kerjanya. Pola pengolahan tanah yang banyak dikenal dan dilakukan adalah
pola bolak-balik rapat, pola berkeliling, pola spiral, pola tepi, pola tengah, dan pola alfa.
Pola spiral paling banyak digunakan karena pembajakan dilakukan terus menerus
tanpa pengangkatan alat (Rizaldi, 2006).
Prayudyanto dkk. (2008), menyatakan bahwa kecepatan kendaraan dan konsumsi
BBM mempunyai hubungan yang kuat. Semakin cepat maju traktor maka konsumsi
BBM akan semakin meningkat pula. Tingginya kecepatan traktor dikarenakan piston
lebih banyak membakar BBM. Semakin banyak BBM yang dibakar maka semakin
banyak tenaga yang dihasilkan sehingga semakin cepat kendaraan bergerak. Tenaga
penggerak yang diperlukan untuk mengoperasikan traktor roda empat berasal dari
pembakaran solar. Selain dengan menggunakan bahan bakar alternatif untuk
meningkatkan kualitas kinerja pada traktor roda empat, maka dapat juga dilakukan
dengan pengefesienan penggunaan bahan bakar pada traktor pertanian tersebut. Oleh
karena itu perlu praktik secara langsung untuk mengetahui berapa konsumsi bahan
bakar (solar) pada traktor dalam mengolah tanah. Tujuan dari praktik kerja lapang ini
adalah untuk mengetahui efisiensi penggunaan bahan bakar pada traktor roda empat
terhadappengolahan tanah.
Oleh karna itu, perlu adanya perawatan dan perbaikan traktor roda 4 guna
menjaga traktor roda 4 tersebut tetap dalam kondisi baik dan dapat membantu dalam
meningkatkan pengetahuan dan teknis dalam perawatan dan perbaikan traktor roda 4.
Atas pertimbangan tersebut, PKL I ini dipilih tema “Pengoprasian traktor roda 4 Di
UPJA Taju Jawa, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten,
Provinsi Jawa Tengah”
Description
Keywords
Traktor Roda Empat , UPJA , Mesin Rice Transplanter