Peran Penting Pemanfaatan Pengetahuan Tasit dalam Rangka Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Loading...
Thumbnail Image
Date
2015-11-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Dunia petani bukanlah tanpa bentuk (amorphous), tanpa struktur, melainkan suatu dunia teratur dengan bentuk-bentuk organisasi dan pengetahuan khas. Kealpaan terhadap fakta ini menyebabkan para pengambil kebijakan tidak mampu menembus rintangan pola-pola kehidupan petani, termasuk peningkatan kesejahteraan petani. Kepemilikan modal pengetahuan dan proses pembelajaran merupakan langkah awal peningkatan kesejahteraan petani. Kajian terhadap pengetahuan menyatakan bahwa pengetahuan diciptakan, dibagikan, dan dipindahkan lebih banyak menggunakan pengetahuan tasit (pengetahuan bawaan dari leluhur, tahu bagaimana melakukan sesuatu, pengalaman individual, atau soft skill) antarpersonal daripada menggunakan pengetahuan eksplisit (pengetahuan tersistematis, pengetahuan formal, hard skill, pengetahuan yang terdapat pada buku teks, atau panduan formal). Pengetahuan eksplisit mencerminkan sentralisasi, pembakuan pengetahuan, dan tanpa memperhatikan latar belakang petani (seperti budaya daerah, nilai, norma/aturan, kondisi geografis, kelembagaan, dan perubahan perilaku). Itulah sebabnya orientasi pada pengetahuan eksplisit saja bagi para petani tidaklah cukup karena petani pun juga sudah memiliki pengetahuan sebelumnya mengenai dunia mereka. Oleh sebab itu, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan pengetahuan tasit petani dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan teknik kualitatif (metasintesis) dalam mensintesis atau merangkum dari berbagai hasil penelitian terkait tujuan yang diteliti. Pendekatan sosiologi pengetahuan juga digunakan dalam menjelaskan penelitian ini.
Description
Sektor pertanian berperan besar dalam penyediaan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka memenuhi hak atas pangan. Namun, pertanian yang didukung oleh sumber daya potensial belum mampu memberikan kontribusi besar kepada PDRB. Berbagai pergeseran di sektor pertanian pun bermunculan. Misalnya, pertumbuhan jumlah petani di Indonesia secara keseluruhan mengalami penurunan negatif, yakni pada tahun 2008 jumlah petani muda bisa mencapai 9,3 juta, namun turun pada tahun 2012 menjadi 8 juta. Lebih lanjut diterangkan bahwa pendapatan petani sangat rendah, yakni hanya Rp9.000 per hari dan bahkan bisa Rp7.950 per hari. Artinya, pembangunan tidak menyejahterakan petani dan menyebabkan subordinasi petani. Menurutnya, kegagalan pembangunan di sektor pertanian membuat orang jadi malas untuk kembali ke pertanian karena prioritas pemerintah belum berorientasi pada petaninya. Contoh lainnya adalah sektor industri terus bermunculan dan cenderung berkembang dari tahun ke tahun, sebaliknya sektor pertanian mengalami penurunan. Petani menilai aktivitas pertanian kurang memberikan keuntungan sehingga mereka bergeser ke sektor lain yang dianggapnya lebih menguntungkan, misalnya berpindah ke sektor industri. Industri mempunyai kecenderungan untuk memiliki nilai tukar dan output yang lebih tinggi daripada sektor lain (Oktarinda 2007). Adanya penurunan tajam dalam hasil produktivitas panen dari hampir seluruh jenis bahan pokok, ditambah mayoritas petani yang bekerja di sawah kurang dari setengah hektare menyebabkan aktivitas pertanian kehilangan potensi untuk menciptakan tambahan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan. Padahal, sektor pertanian merupakan sektor yang paling besar menyerap tenaga kerja (Jahansyahtono 2015).
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E20 Organization, administration and management of agricultural enterprise or farms// Organisasi, Administrasi dan Pengelolaan Perusahaan Pertanian/Usaha tani, Pengetahuan Tasit, kesejahteraan petani
Citation