SISTEM PEMBERIAN PAKAN SAPI BALI DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) DAUN MUDA KELURAHAN OESAO KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
No Thumbnail Available
Date
2025-11-05
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Pakan hijauan segar berupa daun lamtoro,
rumput odot, rumput liar, batang pisang dan pakan fermentasi berupa silase .
Namun ada jenis pakan yang sangat di gemari oleh ternak Yaitu daun lamtoro dan
rumput odot. Hal ini di lihat ketika di berikan kepada ternak yang
mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat banyak.dan di lokasi tersebut
pemberian air minum di berikan pada siang hari. Berdasarkan pemberian pakan
kurang lebih 2 bulan , pengukuran lingkar dada, bobot badan : 252,81kg.
Description
Sapi Bali merupakan sapi asli Indonesia yang mempunyai keunggulan-
keunggulan yang nyata disukai oleh petani peternak, sehingga pengembangannya
telah merata hampir di seluruh pelosok Nusantara. Hal ini sejalan dengan usaha
yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, yaitu sebagai petani
karena dengan memelihara ternak sapi petani mendapatkan manfaat yang dapat
meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan keluarga petani.
Sapi Bali mempunyai sifat subur, cepat beranak, mudah beradaptasi
dengan lingkunganya, dapat hidup dilahan kritis, dan mempunyai daya cerna yang
baik terhadap pakan. Keunggulan lain yang sudah dikenal masyarakat adalah
persentase karkas sapi yang tinggi, harga jual yang stabil dan bahkan setiap
tahunnya cenderung meningkat membuat sapi Bali menjadi sumber pendapatan
yang diandalkan oleh petani. Sebagaimana yang terjadi di Kelurahan Oesao
dikarenakan keunggulan sapi Bali dan keuntungan yang akan didapat maka
dilakukan usaha peternakan secara intensif yaitu ternak di pelihara secara terus
menerus tanpa kandang tujuannya untuk pembibitan.
Keberhasilan usaha pemeliharaan sapi Bali juga sangat tergantung
padasistem pemberian pakan, kegiatan ini harus direncanakan secara baik dan
teratur sehingga produksi yang akan dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
Hal ini sesuai dengan pendapat Hernowo (2006), sistem pemberian pakan sapi
Bali dilakukan dengan cara intensif, yaitu ternak di dalam kandang dan di berikan
pakan. Pemberian pakan dengan cara ini merupakan pemberian pakan yang
terbaik. Berdasarkan uraian tersebut penulis melakukan Praktek Kerja Lapangan
(PKL) dengan judul “Sistem Pemberian Pakan Sapi Bali Di Pusat Pelatihan
Pertanian Dan Pedesaan Swadaya (P4S) Daun Muda Kelurahan Oesao Kecamatan
Kupang Timur Kabupaten Kupang Nusatenggara Timur (NTT)”