Pengelolaan Hara Mineral Tanaman Padi
No Thumbnail Available
Date
2008-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Pendahuluan
Padi adalah tanaman unik karena dapat tumbuh dalam keadaan tergenang maupun pada tanah kering. Dinamika hara pada kedua ekosistem tersebut sangat berbeda. Ketersediaan air yang cukup merupakan keuntungan bagi pertumbuhan padi sawah. Produksi padi yang tidak stabil pada lahan sawah tadah hujan dan lahan kering sering kali disebabkan oleh kekurangan air. Penggenangan menyebabkan tanah dalam keadaan reduksi, oksigen menjadi kurang, pertukaran gas antara udara dan tanah terganggu, karbondioksida, asam organik, metan, dan molekul hidrogen meningkat. Untuk mengatasi kekurangan oksigen, tanaman padi mempunyai jaringan khusus berupa rongga-rongga udara (parenchyma), di mana udara dapat diangkut dari pucuk ke akar. Dengan demikian, keterbatasan fungsi akar karena keadaan anaerobik dapat diatasi.
Pembentukan tanah sawah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari tanah kering yang kemudian diairi dan disawahkan, dan yang berasal dari tanah basah seperti rawa pasang surut yang kemudian dikeringkan dengan membuat saluran-saluran drainase untuk mengendalikan air pasang surut
Pencetakan lahan sawah baru yang berasal dari tanah kering menyebabkan perubahan sifat morfologi dan fisiko kimia secara permanen. Perataan tanah, penggenangan, pembajakan, penggaruan, dan pembuatan pematang sawah menyebabkan terjadinya perubahan dari tanah asal menjadi tanah yang baru. Bila tanah tersebut berasal dari tanah rawa pasang surut, maka perubahan yang terjadi relatif tidak tampak.
Description
40 p.; ills.; tab.