Bersama Lawan rabies Tanpa ada yang tertinggal: Implementasi Kampanye Kesehatan Hewan Inklusif untuk siswa Tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB)
Loading...
Date
2025
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan
Abstract
Rabies adalah penyakit yang bersifat zoonosis (menular hewan ke manusia) dengan tingkat persentase angka kematian nyaris hampir 100%. Virus ini disebabkan oleh genus Lyssavirus yang menyerang system saraf pusat yang ditularkann melalui lewat air liur atau gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Di Indonesia sendiri rabies masih menjadi masalah yang penting. Hingga tahun 2024 Kementerian Pertanian melaporkan penyakit endemik Rabies di 25 dari 38 provinsi, dengan ratusan ribu kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dilaporkan setiap tahunnya dan terjadi puluhan kasus kematian akbiat rabies pada manusia masih terjadi. Hewan berpotensi sebagai HPR yaitu anjing, kucing dan kera. Dari ketiga hewan tersebut anjing merupakan vector utama khususnya dengan daerah dengan populais anjing yang tinggi. Upaya pencegahan penularan rabies ke manusia memerlukan pendekatan terpadu lintas sektor salah satunya melalui edukasi anak-anak, khususnya anak-anak disabilitas pendengaran (tunarungu). Dalam tulisan ini penulis mengedukasi anak-anak tunarungu dengan pendekatan edukasi berbasis Inklusi sosial. Kegiatan dilakukan berupa kampanye di Sekolah Luar Biasa (SLB-B) Tunas Kasih 2 Kota Bogor. Kegiatan penyuluhan menggunakan Bahasa Isyarat, pemutaran video edukasi dan kuis interaktif pre- dan post-test. Hasil post-test terjadi peningkatan pengetahuan anak-anak terlihat dari peningkatan nilai sempurna sebanyak 20% , meningkat menjadi 75,5%. Kegiatan ini menjadi model awal untuk pengembangan pedoman teknis kampanye rabies inklusif di tingkat nasional.