Perubahan Sifat Fisik Tanah dalam Pertanian Organik 143-152
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Kesadaran manusia terhadap bahaya residu pupuk kimia dan penggunaan bahan pestisida kimia mendorong sebagian
besar masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat yang berasal dari pertanian organik. Penelitian dilakukan
untuk mengetahui perubahan sifat-sifat fisika tanah pada pertanian organik dibandingkan dengan pertanian
konvensional (non organik). Penelitian dilaksanakan di lokasi budidaya sayuran di Cisarua dan Megamendung,
Kabupaten Bogor; penelitian berlangsung sejak April sampai Nopember 2012. Sampel tanah (Andisols) utuh dan tidak
utuh diambil pada tiga kedalaman (0-20, 20-40, dan 40-60 cm) pada empat lokasi pertanian organik dan empat lokasi
pertanian konvensional. Tanah dianalisis di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, UGM, Yogyakarta.
Parameter yang diamati adalah berat volume tanah, porisitas tanah, kemantapan dan distribusi agregat tanah, kuat
geser tanah dan indeks pelumpuran. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lahan yang menggunakan sistem
pertanian organik selama 2-10 tahun sifat-sifat fisika tanah lebih baik dibandingkan dengan sistem pertanian
konvensional. Hal ini dicirikan dengan berat volume tanah dan indeks pelumpuran tanah pada pertanian organik lebih
rendah daripada pertanian konvensional sedangkan porisitas tanah, kemantapan agregat tanah, dan tahanan geser
tanah pada pertanian organik lebih tinggi daripada pertanian konvensional.
Kata kunci: pertanian organik, sifat fisika tanah, tanah Andisols